Farhan Hakim: Revitalisasi Jalur KA di Pelabuhan, Dorong Optimalkan Sektor Logistik Via Jalur laut

Peneliti dan Pemerhati Maritim, Farhan Hakim (Foto: Farhan Hakim)
Peneliti dan Pemerhati Maritim, Farhan Hakim (Foto: Farhan Hakim)

Semarang Utara, SEMARANGDAILY**Adanya pembangunan proyek revitalisasi jalur kereta api oleh Kementerian Perhubungan merupakan hal yang sangat positif dalam mendorong sektor logistik. Hal ini disampaikan oleh Peneliti dan Pemerhati Maritim, Farhan Hakim, kepada Semarangdaily, Jumat, (10/4/14).

“Kebijakan kemenhub tersebut sangat baik, terutama untuk menunjang distrisbusi logistik dari dan ke pelabuhan”, jelasya.

Farhan mengungkapkan sistem distribusi di Indonesia masih memerlukan perhatian yang sangat besar. Karena dalam distribusi logistik yang ada saat ini dibebani dengan biaya yang tinggi (high cost).

“Jika berbicara sistem distribusi logistik, maka yang sering kita dengar adalah tingginya biaya,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan jika hal ini terjadi lantaran infrastruktur penunjang tersebut masih belum mendukung. Sehingga, sangat wajar sekali jika biaya yang harus dikeluarkan sangat tinggi sekali. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan sektor infrastruktur sangat penting sekali untuk dilakukan. Bahkan, hal ini merupakan sebuah keniscayaan.

“Pembangunan infrastruktur merupakan sebuah keniscayaan,” katanya dengan tegas.

Farhan mengatakan pada prinsipnya, harus ada pemerataan, dan interconnection antara model transportasi satu dengan yang lain untuk mendukung mekanisme distribusi logistik yang ada. Sehingga, dengan demikian akan terjadi efektifitas dan effisiensi. Misalnya, kereta api dapat memuat kontainer lebih banyak, dan waktu yang dibutuhkan juga sangat cepat.

Pro Kebijakan Maritim

Kebijakan ini sangat relevan dengan pandangan pemerintah baru Joko Widodo untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim. Karena mendorong logistik melalui jalur laut juga dapat menguranig beban biaya yang tinggi yang mencapai 10 kali lipat melalui darat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan baru-baru ini melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian akan melakukan revitalisasi jalur kereta api dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Untuk tahap pertama dana yang dialokasikan untuk proyek yang diharapkan selesai dalam waktu 2 tahun adalah sebesar Rp. 35 miliar.

Proyek revitalisasi jalur kereta api dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ini ditandatangani dalam suatu perjanjian kerjasama di Kantor Kementerian Perhubungan yang melibatkan lima instansi, yaitu Ditjen Perkeretaapian, Ditjen Perhubungan Laut, Pemda Provinsi Jawa Tengah, PT Kereta Api. Indonesia (Persero), dan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), Senin, (2/2/14).

Dirjen Perkeretaapian, Hermanto Dwiatmoko mengatakan, revitalisasi jalur kereta api dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dilakukan dalam rangka mendukung logistik nasional dan sistem transportasi di wilayah Jawa Tengah.