Urgensi Atasi Penuruan RTP Kabupaten Semarang

???
Penurunan jumlah rumah tangga petani (RTP) di tanah air ditengarai menjadi ancaman kegagalan pemenuhan target swasembada pangan . (Foto : Yahoo).

Ungaran, SEMARANGDAILY**Penurunan jumlah rumah tangga petani (RTP) di tanah air ditengarai menjadi ancaman kegagalan pemenuhan target swasembada pangan tahun ini. Sekretaris Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian RI, Momon Rusmono, menjelaskan pada tahun 2003 tercatat kurang lebih 31 juta RTP. Saat ini menurun menjadi tinggal 26,5 juta saja karena ada yang beralih menjadi tenaga kerja sektor non pertanian.

“Disisi lain, Pemerintah malah menaikkan target produksi gabag kering giling hingga 73,4 juta ton. Kita akan perkuat penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mengantisipasi hal itu,” terang Momon saat beraudiensi dengan Bupati Semarang,Mundjirin, Rabu (4/3) pagi.

Ditambahkan oleh Momon, penurunan jumlah rumah tangga petani ini juga terjadi di Jawa Tengah. “Penurunan RTP di provinsi ini bahkan termasuk kategori tertinggi,” tegasnya.

Khusus untuk pengadaan alsintan, lanjutnya, Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah bantuan ke daerah. Hingga triwulan pertama tahun ini, telah diserahkan bantuan 831 alsintan aneka jenis kepada para petani di daerah. Bantuan alsintan itu diharapkan dapat membantu para petani mengatasi kekurangan tenaga manusia untuk meningkatkan produksi panennya.

Selain itu, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga memberikan perhatian serius pada pembangunan dana perbaikan saluran irigasi di semua tingkatan.

“Sekitar 52 persen saluran irigasi mengalami kerusakan. Pemerintah akan berupaya memperbaikinya dan membangun saluran baru,” tambah Momon.

Disebutkan, Kementan menggandeng Kementerian PU untuk membangun saluran irigasi. Untuk pembangunan saluran primer dan sekunder akan dikerjakan oleh PU dan Kementan akan membangun irigasi tersier atau irigasi paling akhir. Melalui kerja sama itu diharapkan pembangunan saluran irigasi akan tepat sasaran melewati titik-titik persawahan sasaran. Selain itu, kata Momon, Pemerintah juga akan membangun 47 waduk baru di seluruh tanah air untuk mendukung pengairan areal persawahan.

Sementara itu Bupat Mundjirin, menyambut gembira dukungan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan produksi panen tanaman pangan terutama padi di daerah.

“Bantuan sebaiknya dalam bentuk dekonsentrasi dan tidak masuk ke APBD. Hal itu agar bantuan dapat dimaksimalkan pemanfaatannya dan tepat sasaran,” tandasnya.

Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Semarang, Urip Triyoga, menyatakan optimis mampu memenuhi target produksi gabag kering giling (GKG) yang ditetapkan Pemerintah. Pada awalnya, Kabupaten Semarang ditarget menyumbang 218.815 ribu ton GKG dalam rangka swasembada pangan nasional. Namun target itu kemudian dinaikkan menjadi 227 ribu ton GKG.

Pada tahun ini, paparnya, pihaknya menerima bantuan APBN senilai Rp 1,5 miliar untuk optimalisasi 1.500 hektar lahan yang dikelola 44 kelompok tani di 15 kecamatan. Selain itu ada bantuan Rp 2,8 miliar untuk perbaikan jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT) untuk pengairan lahan seluas 2.800 hektar di 15 kecamatan. “Kita optimis mampu memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat itu,” kata Urip