Semarang Target Penuhi Panen Jagung 2015

Ditambahkan, produksi jagung Kabupaten Semarang dalam dua tahun terakhir mengalami kenaikan (Foto: Shnews)
Ditambahkan, produksi jagung Kabupaten Semarang dalam dua tahun terakhir mengalami kenaikan (Foto: Shnews)

Kabupaten Semarang, SEMARANGDAILY**Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Semarang optimis mampu memenuhi target panen jagung tahun 2015 yang ditentukan kementerian pertanian (Kementan) RI.

“Rata-rata tingkat produksi panen jagung mencapai 5,5 ton per hektar. Kita optimis memenuhi target Kementan sebanyak kurang lebih 73 ribu ton jagung pipil di tahun ini,” katanya

Hal ini disampaikan disela-sela panen perdana jagung Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana ArtoDesa Penawangan Kecamatan Pringapus di petak 36 b, RPH Penawangan BKPH Jembolo Selatan KPH Semarang, Rabu (11/3).

Panen perdana yang juga dihadiri oleh Bupati Semarang, Mundjirin, didampingi Dandim 0714 Salatiga Letkol Inf Budi Rahmawan. Keduanya berbaur dengan masyarakat anggota LMDH bersama-sama memanen jagung jenis hibrida.

Urip menyatakan bawa Distanbunhut memberikan bantuan 400 kg bibit jagung hibrida pada semester kedua tahun 2014. Selanjutnya, anggota LMDH melakukan penanaman pada Bulan November 2014 lalu.

“Sesuai dengan arahan Bupati Semarang, kita manfaatkan semua lahan yang tersedia untuk mendukung peningkatan produksi jagung. Kerja sama dengan Perhutani KPH Semarang kali ini memanfaatkan lahan seluas 40 hektar,” terangnya.

Kenaikan Produksi

Ditambahkan, produksi jagung Kabupaten Semarang dalam dua tahun terakhir mengalami kenaikan. Pada tahun 2013 lalu tercatat 61.163 ton dan tahun lalu mencapai 71.814 ton. Pada tahun ini, lanjut Urip, sasaran produksi jagung mencapai 73.495 ton jagung pipil dari sasaran luas panen 16.153 hektar.

Bupati Mundjirin saat sambutan dihadapan para anggota LMDH “Wana Arto” berharap dapat bercocok tanam dengan tekun guna mendapatkan hasil panen maksimal.

“Bantuan dan dukungan dari Pemkab Semarang dan Perhutani KPH Semarang ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Sementara itu Administratur Perhutani KPH Semarang, Ema Ismariyana, menjelaskan pihaknya menyediakan lahan seluas 167,7 hektar di lahan Perhutani untuk digarap para pesanggem atau petani penggarap lahan hutan.

“Saat ini baru sekitar 56 hektar lahan yang digarap sekitar 700 pesanggem dan tersebar di beberapa petak. Pola tanam yang dilakukan adalah jati dan jagung,” katanya yang