Optimalisasi Produktifitas Lahan, Sido Muncul Jalankan Desa Rempah

Bupati Kabupaten Semarang, Mundjirin, dan Irwan Hidayat Saat acar pencanangan desa rempah. (Foto: Sido Muncul)
Bupati Kabupaten Semarang, Mundjirin, dan Irwan Hidayat Saat acar pencanangan desa rempah. (Foto: Sido Muncul)

Kabupaten Semarang, Sido Muncul menjalankan program pencanangan Desa Rempah di lima desa dan kelurahan wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini merupakan program pemberdayaan masyarakat dari Perusahaan Industri Jamu dan Farmasi Sido Munculuntuk meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat desa, dengan memanfaatkan dan memaksimalkan lahan yang sudah ada, baik lahan kosong, lahan yang tidak produktif, ataupun lahan produktif yang memungkinkan tumpang sari dengan ditanami tanaman obat.

Ada pun desa-desa yang masuk dalam program tersebut adalah Desa Bergas Kidul dan Diwak, Kelurahan Karangjati dan Ngempon yang masuk dalam Kecamatan Bergas, serta Kelurahan Klepu yang masuk dalam Kecamatan Pringapus. Secara simbolis, pencanangan Desa Rempah dilaksanakan di Pasar Kuliner Dusun Kemloko, Bergas Kidul, Kabupaten Semarang.

Untuk menunjang kegiatan Desa Rempah akan diberikan bibit tanaman obat/jamu yang mempunyai nilai ekonomi, juga pembinaan dari Sido Muncul mulai dari penyuluhan saat tanam, pemeliharaan, hingga panen dan paska panen.

Bibit tanaman yang akan diberikan ke lima desa dan kelurahan wilayah Kabupaten Semarang ini tentunya disesuaikan dengan lahan yang akan ditanami agar hasilnya maksimal. Untuk daerah Ngempon dan Klepu, akan diberikan bibit jahe dan kencur, Bergas Kidul akan diberikan bibit jahe, sedangkan Karangjati dan Diwak diberikan bibit tanaman obat untuk intensifikasi pertanian, yaitu sirih, daun katuk, kemangi, pandan, sere, dan daun ungu.

Masing masing desa dan kelurahan yang akan melakukan program ini juga diberikan bantuan untuk pemaksimalan pengembangan dan pengolahan desa dan kelurahanya, antara lain pembuatan handy craft dengan memanfaatkan sisa-sisa packaging Sido Muncul, pembangunan penunjang fasilitas wisata bagi desa yang cocok untuk daerah wisata, dukungan pusat kuliner dengan bantuan parasol, papan nama toko, pemaksimalan karang taruna dan ibu-ibu PKK.

Memakasimalkan Produktifitas Lahan

Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat berharap agar memaksimalkan laha desa bisa lebih produktif.

“Dengan adanya pencanangan desa rempah ini, semoga bisa memaksimalkan lahan lebih produktif dan selanjutnya bisa mengurangi mata rantai proses produksi agar menjadi bahan siap olah, sehingga masyarakat dan pengusaha secara sinergi saling menguntungkan”, katanya.

Sebelumnya, Sido Muncul telah mengadakan kegiatan yang sama di desa Gondoriyo, Bergas, Semarang dan Gladagsari & Kaligentong, Ampel, Boyolali beberapa waktu lalu, dengan membudidayakan kayu ules, kunyit, kayu manis, dan jahe. Diharapkan dengan adanya pencanangan Desa Rempah ini dapat menjadi percontohan desa rempah binaan Sido Muncul yang memaksimalkan lahan produktif dengan tumpang sari maupun memaksimalkan lahan tidur di desa lainnya.

Dikesempatan lain, Direktur Utama Sido Muncul mengharapkan juga dengan adanya Desa Rempah ini bisa menciptakan wiraswastawan dalam bidang tanaman obat yang bisa mengambil peluang untuk menjadi pemasok rempah-rempah yang siap produksi.

Sampai saat ini, Sido Muncul telah memproduksi lebih dari 200 macam produk, dengan produk unggulan antara lain: Tolak Angin, Kuku Bima Energi, Alang Sari Plus, Kopi Gingseng Kuku Bima, Kopi Jahe, Susu Jahe, Jamu Komplit, Kunyit Asam, dan produk-produk Herbal Sari Kulit Manggis, Sari Kunyit, Sari Daun Sirsat, dan lainnya.