Kemiskinan Jateng Turun 0,86 Persen

Ganjar Pranowo (Foto : Pemprov Jateng)
Ganjar Pranowo (Foto : Pemprov Jateng)

Kota Semarang, SEMARANGDAILY**Penduduk miskin di Jawa Tengah pada September 2014 tercatat 4,56 juta jiwa. Angka ini menurun sebesar 250 ribu jiwa (0,86 persen) jika dibandingkan dengan keadaan September 2013 yang mencapai 4,81 juta jiwa. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur Akhir Tahun Anggaran 2014 di Kantor DPRD Jawa Tengah, Selasa (24/3).

Diberitakan oleh Pemprov Jateng, meski angka kemiskinan turun, namun penurunan tersebut masih belum memuaskan. Sehingga, pada pembahasan musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) saat ini, pengentasan kemiskinan masih menjadi fokus utama yang akan diselesaikan pada tahun depan.

“Kita mau mengintervensi (kemiskinan—red) dari sisi mana. Perumahannya, pendidikan mosok Jateng usia tujuh tahun. Ngisin-ngisini. Kemudian kesehatan. Bagaimana menjamin mereka yang tidak tercover BPJS,” kata Ganjar

Ganjar berpendapat intervensi untuk mengentaskan penduduk miskin yang diberikan pemerintah sangat penting. Selanjutnya, sektoral akan turut mendukung pemberdayaan. Jika ini dipahami, maka musrenbang yang kini tengah dilaksanakan akan mendorong prioritas anggaran pada penanganan kemiskinan.

Selain angka kemiskinan, angka pengangguran juga turun. Ganjar menuturkan pada Agustus 2014 jumlah penganggur tercatat 996,34 ribu orang (5,68 persen). Sementara pada Agustus 2013 angka pengangguran sebanyak 1,05 juta orang (6,01 persen). Pengurangan jumlah penganggur itu dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas ketrampilan tenaga kerja di Balai Latihan Kerja, penyelenggaraan Job Market Fair dan meningkatkan jumlah kewirausahaan.

Strategi Jateng

Ganjar Pranowo, mengemukakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan antara lain melalui peningkatan pembangunan infrastruktur dasar perdesaan melalui bantuan kepada desa, pembangunan berdimensi kewilayahan khususnya pada desa dengan kategori sangat miskin, penyusunan konsep rintisan model desa berdikari dan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.