Urgensi Pemetaan Potensi Lokal Dalam Menyambut MEA 2015

Potensi Semarang Meyongsong Masyarakat Ekonomi Asean 2015 Harus Disiapkan
Potensi Semarang Meyongsong Masyarakat Ekonomi Asean 2015 Harus Disiapkan

Kota Semarang, SEMARANGDAILY**Tahun 2015, semua negara di Asia Tenggara kini tengah sibuk mempersiapkan diri menghadapi era baru kegiatan perekonomian bebas yang disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC).

MEA merupakan bentuk kerjasama regional ASEAN yang lahir dari penandatanganan piagam ASEAN dan Blueprint ASEAN menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 oleh para pemimpin negara ASEAN pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-13 yang dilaksanakan di Singapura pada 20 November 2007 silam. 10 Negara ASEAN yang hadir dalam KTT tersebut telah bersepakat untuk membentuk integrasi ekonomi regional pada tahun 2015.

Pemetaan Potensi Lokal

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta pemerintah kabupaten/kota memetakan komoditas unggulannya. Pemetaan ini penting untuk mensinergikan dan mensinkronisasikan seluruh komoditas unggulan di Jawa Tengah agar bernilai jual tinggi dan mampu bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Harapan kita, masing-masing daerah ada peta kekuatan industri dan perdagangannya, kemudian kita sinergikan masuk jadi kebijakan publik. Saya sebenarnya target itu saja,” katanya

Menurut gubernur, saat ini perencanaan sektor perdagangan dari bawah sudah ‘bengkok’. Sehingga, saat diusulkan ke pemerintah pusat, program perencanaan tingkat nasional dengan daerah tidak sinkron. Masalah ini membuat banyak perencanaan tidak dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Padahal dari total Rp 33,8 triliun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah di tahun 2014, 17,5 persennya dikontribusi oleh sektor perdagangan.

Untuk lebih menumbuhkan perekonomian di daerah-daerah, Gubernur Ganjar Pranowo berharap ada inovasi kreatif di sektor perdagangan. Terutama untuk komoditas tekstil, kayu, herbal dan batik yang dinilai dapat bersaing di MEA.

“Ada delapan komoditas yang dapat bersaing di MEA, namun yang juara tekstil, kayu, herbal dan batik. Itu yang harus kita dorong agar menjadi produk yang seksi” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, mengatakan rapat sinkronisasi ini menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan kekuatan sumber daya lokal agar lebih siap menghadapi persaingan industri dan perdagangan yang semakin sengit di tahun 2015. Ia berharap penguatan pasar dalam negeri dan penyerapan hasil industri lokal mampu mendorong kondisi perekonomian masyarakat Jawa Tengah.