Kota Semarang Target 38 Ribu Ton Produksi Gabah Kering

???
Kota Semarang Target 38 Ribu Ton Produksi Gabah Kering. (Foto : Yahoo).

Kota Semarang, SEMARANGDAILY**Kota Semarang memiliki potensi yang mampu dimaksimalka dari sektor pertanian. Meski Semarang meski luasannya terus menyusut seiring pembukaan lahan-lahan baru untuk permukiman, setidaknya masih ada sekitar 3.700 hektare lahan pertanian yang cukup produktif di Kota Semarang.

Diakui oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang WP Rusdiana, luasan lahan pertanian atau persawahan di Kota Semarang terus berkurang sekitar 5-10 persennya setiap tahunnya.

“Setiap tahun, luasan lahan pertanian di Kota Semarang berkurang sekitar 5-10 persen. Saat ini, masih tersisa sekitar 3.700 hektare lahan pertanian,” ungkap Rusdiana, Senin (23/2).

Sekitar tiga ribuan hektare lahan pertanian yang masih produktif itu tersebar di enam kecamatan di Kota Semarang, yakni Ngaliyan, Genuk, Tembalang, Tugu, Gunungpati, dan Mijen. Namun, produktivitas lahan pertanian yang ada itu cukup bisa diandalkan, terbukti dari produksi gabah giling kering di Kota Semarang yang mencapai 34.800 ton pada tahun 2014.

“Pada 2015, kami menargetkan produksi gabah kering giling bisa lebih tinggi dibandingkan tahun 2014, yakni mencapai sekitar 38 ribu ton,” ungkapnya optimis.

Peningkatan produksi pertanian itu, lanjut dia, seiring dengan meningkatnya produktivitas dan pengendalian hama secara terpadu yang sudah diujicobakan pada kelompok-kelompok tani.

Kendala Tenaga Kerja

Namun, diakuinya masih ada kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaian produktivitas padi, terutama semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja di sektor pertanian sekarang ini.

“Anak-anak muda lebih memilih bekerja di sektor formal ketimbang menjadi petani. Ini menjadi kendala tersendiri. Kendala lain, keberadaan hama tikus yang merusak lahan pertanian,” katanya.

Mengatasi hama tikus, Dinas Pertanian Kota Semarang bekerja sama dengan kelompok tani di Kabupaten Demak yang sudah membudidayakan burung hantu untuk membasmi hama tikus.