Kondusif, Investor Asing Anggap Jateng Strategis

???
Kondusif, Investor Anggap Jateng Strategis. (Foto : Kemenkeu)

Kota Semarang, SEMARANGDAILY**Investor asing melihat Jawa Tengah mulai dilirik sebagai tempat yang strategis untuk membangun perusahaan terutama dengan konsep padat karya, kata Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng Yuni Astuti.

“Animo mereka luar biasa, indikasi-indikasi ini harus segera ditangkap oleh Pemerintah Indonesia khususnya Jateng mengingat proses investasi kan tidak bisa langsung,” katanya, saat menjelaskan gambaran animo investor.

Yuni menyampaikan investor asing tertarik untuk membangun perusahaan yang padat karya karena menurut mereka SDM yang tersedia di Jateng sangat kompetitif dibandingkan daerah yang lain di antaranya dari segi upah dan kemampuan.

“SDM di Jateng terkenal lebih kondusif dan mau belajar, jadi kemampuan mereka terus tumbuh. Kondisi ini yang membuat pengusaha asing tertarik untuk berinvestasi di Jateng,” katanya.

Apalagi, setengah dari populasi masyarakat Jawa Tengah atau hampir 17 juta masyarakat merupakan usia produktif untuk angkatan kerja.

Wen-Bin Chen selaku Deputy General Director Department of Investment Services, Ministry of Economic Affairs (MOEA), mengatakan terjaganya iklim kondusif, biaya tenaga kerja kompetitif, dan sarana infrastruktur yang semakin baik menjadi daya tarik pengusaha-pengusaha Taiwan untuk berinvestasi di Jawa Tengah.

Permudah Izin Usaha

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus memperbaiki proses perizinan bagi pengusaha. Komitmen dipegang karena sejak awal Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah berjanji untuk memberikan layanan prima kepada mereka. Hal ini disampaikan Sekda Provinsi, Jawa Tengah, Sri Puryono.

“Regulasi perizinan (one step service) akan ditingkatkan lagi,” tandasnya.

Hal ini juga disampaikan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, bahwa arahan presiden adalah untuk mempermudah perizinan investasi yang ada di daerah.

“Presiden sudah meminta kepada para gubernur untuk mempermudah proses ijin investasi. Informasi ini akan akan kami teruskan kepada para walikota/bupati agar segera menyesuaikan dengan keputusan presiden,” katanya.

Selain memperbaiki proses perizinan, pemerintah juga akan membantu pengusaha dalam meningkatkan ketrampilan dan memberikan pendampingan agar kualitas produk semakin baik. Pengusahapun diminta tidak enggan mengikuti pameran-pameran di luar negeri untuk mengetahui keinginan konsumen, meningkatkan kualitas produk dan memperluas pangsa pasar. Apalagi berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN tinggal menghitung hari