Januari 2015, Jateng Deflasi 0,35 Persen

???
Januari 2015, Jateng Deflasi 0,35 Persen. (Foto : Yahoo).

Kota Semarang, SEMARANGDAILY** Bulan Januari 2015 di Jawa Tengah terjadi deflasi sebesar 0,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,19 lebih rendah dibandingkan pada bulan Desember 2015 yang mengalami inflasi sebesar 2,25 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,60 . Dari enam kota SBH, semua kota mengalami deflasi. Kota SBH yang mengalami deflasi tertinggi adalah Kota Semarang sebesar 0,48 persen dengan IHK sebesar 118,16 diikuti Kota Kudus sebesar 0,36 persen dengan IHK sebesar 123,71; Kota Cilacap sebesar 0,26 persen dengan IHK sebesar 120,87; Kota Surakarta sebesar 0,20 persen dengan IHK sebesar 116,61; Kota Purwokerto sebesar 0,13 dengan IHK sebesar 117,21 dan deflasi terendah terjadi di Kota Tegal sebesar 0,10 persen dengan IHK sebesar 114,62.

Deflasi terjadi terutama disebabkan adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 4,19 persen dan kelompok bahan makanan sebesar 0,45 persen. Sedangkan kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 0,93 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,92 persen; kelompok sandang sebesar 0,54 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,53 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,11 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah bensin, cabai merah, cabai rawit, kacang panjang dan ketimun. Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, beras dan tukang bukan mandor.

Dari enam ibukota provinsi di Pulau Jawa, empat kota mengalami deflasi dan dua kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Semarang sebesar 0,48 persen diikuti DKI sebesar 0,41 persen; Serang sebesar 0,24 persen dan Bandung sebesar 0,05 persen. Sedangkan inflasi terjadi di Surabaya sebesar 0,41 persen dan Yogyakarta sebesar 0,13 persen.

Dari 82 kota IHK nasional, 51 kota mengalami deflasi dan 31 kota mengalami inflasi. Lima kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Padang sebesar 1,98 persen; Watampone dan Gorontalo masing-masing sebesar 1,27 persen; Bogor 1,22 persen dan Palembang 1,15 persen. Lima kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah Ambon sebesar 2,37 persen; Merauke sebesar 1,73 persen; Balikpapan 1,69 persen; Tanjungpandan 1,39 persen dan Pontianak 1,19 persen.

Laju inflasi tahun kalender Januari 2015 deflasi sebesar 0,35 persen, lebih rendah dibandingkan Januari 2014 yang mengalami inflasi sebesar 1,00 persen. Sedangkan laju inflasi “year on year” Januari 2015 sebesar 6,78 persen