Industri Harus Ikut Berperan Dalam Investasi Riset

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Undip, Prof Ocky Karna Radjasa. (Foto: Sindo)
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Undip, Prof Ocky Karna Radjasa. (Foto: Sindo)

Tembalang, SEMARANGDAILY**Dalam melakukan kajian riset, tidak hanya kampus yang memiliki peran signifikan. Semua eleman harus bergerak agar inovasi riset bisa terus dikembangkan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip, Prof Ocky Karna Radjasa, Senin, (17/2/15).

Ia menyampaikan bahwa investasi untuk hasil riset itu adalah tanggungjawab banyak pihak. Didalam mekanisme riset itu ada interaksi ABCG (Academic-Bussines-Community-Goverment), itu adalah kunci. Artinya, forum itu harus sering didorong

“investasi untuk hasil riset itu adalah tanggung jawab banyak pihak”, tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa saat ini banyak teknologi riset tidak sampai ke industri. Hal ini karena tidak ada interaksi. Ini disebut bahwa difusi teknologi riset tidak sampai ke user. Oleh karena itu perlu ada suatu mekanisme yang mendorong forum ini dengan baik.

“Banyak teknologi riset yang tidak sampai ke Industri,” ungkapnya.

Ocky menjelaskan jika forum ini sangat penting, untuk mengetahui persoalan yang terjadi. Untuk mengetahui penelitian tersebut sesuai dengan persoalan yang dibutuhkan. Agar tahu peneltian yang diinginkan oleh user.

Ia mengungkapkan bahwa dalam perguruan tinggi ada yang disebut dengan science park. Ini adalah konsep yang mempertemukan peneliti dengan user. Menggabungkan apa yang diinginkan oleh pihak industri atau pemakai dengan teknologi apa yang harus diteliti oleh perguruan tinggi.

Hal ini dapat diimplementasikan dalam beberapa hal misalnya, bagaimana perusahaan dapat meningkatkan penjualan (selling up), bagaimana mendorog pemasaran ( marketting), dan beberapa hal lainnya.

“Misalnya, aku (perusahaan–red) punya modal ini, bagaimana bisa selling up, ini lho bermanfaat untuk marketting”, pungkas Ocky.

Potensi Riset

Ocky mengatakan jika universitas memiliki potensi besar dalam bidang riset. Sebagai Ketua LPPM Undip, Ia mengatakan bahwa Undip sendiri memiliki potensi besar karena didukung oleh sekitar 1.700 staf pengajar, dengan sekitar 25 % bergelar doktor dan 130-an guru besar aktif.

“Didukung oleh sekitar 1.700 staf pengajar, dengan sekitar 25% doktor dan 130-an guru besar, Undip memiliki potensi besar dalam bidang riset,” katanya.

Tidak hanya itu, Undip masuk kategori sebagai universitas mandiri berbasis kinerja penelitian dan pengabdian masyarakat, serta mendapat peringkat ke-6 perguruan tinggi yang menghasilkan publikasi internasional terindeks Scopus.

Seperti diketahui, dimasa pemerintahan Presiden Joko Widodo, memberikan perhatian besar terhadap riset yang dapat langsung menjawab tantangan pasar. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M. Nasir, mendorong penuh agar para peneliti untuk melakukan riset yang berdasarkan permintaan (base on demand). Hal ini karena agar penelitian tersebut akan berguna bagi masyarakat