Urgensi Sinergisitas Pembangunan Pariwisata Jateng

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmiko, saat berbicara di Pisa Cafe, Rabu, (29/1/15).
Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmiko, saat berbicara di Pisa Cafe, Rabu, (29/1/15).

Kota Semarang¸SEMARANGDAILY**Sektor wisata merupakan salah satu pengungkit kesejahteraan rakyat yang mampu mendongkrak dunia usaha dan kreatif. Sebab itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, mendorong agar pemerintah daerah di Provinsi Jawa Tengah, para penggiat wisata, media massa dan segenap masyarakat dapat bekerja secara sinergi untuk membangkitkan sektor pariwisata setempat.

“Bicara perihal pembangunan, termasuk di bidang pariwisata, tentu kita ingin semakin maju. Untuk menggapai kesuksesan ini, kita tidak dapat bekerja sendirian. Posisi pemerintah di sini justru bagaimana memberikan dorongan agar kebersamaan ini terus kita bangun,” tuturnya saat acara Grand Launching Majalah “Jateng Travel Guide” di Pisa Resto, Rabu (28/1).

Heru menerangkan Jawa Tengah menyimpan kekayaan alam, budaya, dan kreatifitas yang begitu luar biasa. Pada tahun 2013, Jawa Tengah tercatat memiliki 135 daya tarik wisata alam, 82 daya tarik wisata budaya, 100 daya tarik wisata buatan, dan 11 wisata minat khusus.

“Kita diingatkan supaya wisata Jawa Tengah ‘sembodo’. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini sedang mengembangkan enam klaster wisata, yaitu Nusakambangan-Baturraden, Borobudur-Dieng, Solo-Sangiran, Tegal-Pekalongan, Semarang-Karimunjawa, dan Rembang Blora. Didukung dengan pembangunan infrastruktur jalan dan moda transportasi,” jelasnya.

Dukungan infrastruktur moda transportasi untuk sektor wisata diwujudkan melalui proses pembangunan terminal penumpang di Bandara Ahmad Yani yang kini tengah berlangsung, imbuhnya. Luas terminal penumpang awalnya 6.700 m2 kemudian diperlebar menjadi 41.000 m2. Terminal penumpang ini direncanakan beroperasi pada tahun 2016.

Potensi wisata Jawa Tengah terbukti mampu memikat wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara untuk berkunjung. Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah pada tahun 2014, jumlah wisatawan nusantara yang berkunjung ke Jawa Tengah semula 29.430.609 orang, naik menjadi 29.808.674 orang. Begitu pula dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara.

Pariwisata, Kompetensi Hadapi MEA

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menilai, kompetensi Jawa Tengah, menilai bahwa pariwisata adalah salah satu yang saat ini unggul di jawa tengah.Selain itu, di bidang tekstil, agro dan industri kayu. Seperti diketahui, Provinsi Jawa Tengah sudah menyiapkan roadmap kompetensi untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (ASEAN Economic Community/ AEC) di 2015.

“Roadmap kompetensi ini dibutuhkan untuk mengetahui secara persis potensi kompetensi SDM yang dimiliki Jawa Tengah, sehingga dapat ‘menyerang’ negara lain saat memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean,” ungkap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Berdasar catatannya, 30 persen kekuatan kompetensi Indonesia, ada di Jawa Tengah. Sebab itu, pihaknya menilai, Jawa Tengah merupakan provinsi yang paling siap menghadapi AEC 2015 dan menjadi tumpuan pembangunan kompetensi Indonesia.