Tahun Baru dan Meningkatkan Kebahagiaan

Tahun baru dan meningkatkan kebahagiaan (Foto: Gambarzoom blogspot).
Tahun baru dan meningkatkan kebahagiaan (Foto: Gambarzoom blogspot).

Write it on your heart that every day is the best day in the year. (R.W. Emerson).

Tahun Baru. Ada setidaknya dua hal yang bisa kita petakan dalam ungkapan itu. Yang pertama tahun dan, yang kedua adalah baru.

Tahun pada umumnya terdiri dari 365 hari untuk Masehi, dan untuk Hijriah ekivalen dengan 365 ¼ hari. Kesimpulan itu didapatkan dari jarak tempuh perjalanan bumi mengitari matahari. Dan baru, biasa kita terminologikan dengan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah kita lakukan ataupun kita dapatkan.

Oleh karena itu, tahun baru adalah sebuah proses panjang yang belum hadir dan kita sendirilah yang menentukan bagaimana hal itu berjalan. Oprah Witney menungkapkan bahwa, “rayakanlah tahun baru itu dan raihlah setiap kesempatan baru yang baik”.

Macam-macam jenis perayaan yang dilakukan oleh setiap orang dalam menanggapi tahun baru. Dari mulai meledakan petasan, sekedar menonton tv bersama keluarga dan adapula yang menggelar doa bersama guna kesalamatan. Satu hal yang perlu kita cermati, semua seremoni itu tertuju pada harapan yang sama, yakni : adanya perubahan di tahun yang baru ke arah yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Yang dulu hanya sekedar bisa menulis di blog, pada tahun yang baru berharap dapat menulis buku. Yang tempo hari hanya menjadi penyanyi di kafe-kafe, pada tahun yang akan datang memiliki cita-cita untuk dapat ke panggung yang lebihbesar. Yang sebelumnya sekedar pacaran, pada tahun yang akan dilalui nanti berdoa bisa menikah. Ya, setidaknya, capaian minimal kita kata Benjamin Franklin “Be at war with your vices, at peace with your neighbors, and let every new year find you a better man.

Andaikata pemaknaan tahun baru itu seperti apa yang kita baca di atas, lalu mengapa masih ada keburukan yang bahkan lebih parah daripada tahun sebelumnya? Bukankah keburukan itu harusnya nista manakala kita bersepakat dengan diri kita untuk tahun yang lebih baik?

Kita tentu paham betul bahwa ada banyak musim sebelum pada akhirnya kita sampai pada perayaan tahun yang baru itu. Di Eropa dikenal empat musim yang ketika kecil kita menyingkatnya dengan ‘mie panas dan bubur dingin’, maksudnya ada musim semi, panas, gugur dan dingin. Di Asia tenggara yang dilewati oleh simpangan khatulistiwa hanya ada dua musim, yaitu musim panas dan penghujan.

Dalam melalui 365 hari juga, kita melewati fase-fase antara siang dan malam. Kadangkala juga, ada mendung dan hujan yang datang secara tiba-tiba. Tidak jarang pula, kita mengalami berbagai bencana yang tak terduga. Bahkan, yang seringkali membuat sedih, perjalanan hari itu dilewati dengan pasang dan surut.

Ke semua hal itu bagaikan yin dan yang dalam pemknaan China. Ada putih dan ada hitam. Ada salah diantara kebenaran dan ada kebenaran diantara hal yang sering kita pikir salah. Itulah yang kita sebut hidup dan Budha dalam menyiasati hal itu mengajari kita untuk “Do not dwell in the past, do not dream of the future, concentrate the mind on the present moment.” (Jangan tinggal di masa lalu , jangan bermimpi tentang masa depan, konsentrasikan pikiran pada saat ini).

Dari jungkir balik prosesi menapaki hari demi hari menuju tahun, kita membuthkan komitmen dan kepercayaan yang terus menerus. Titik penting daripada kefrustasian yang kadangkala membuat revolusi tahun baru itu gagal adalah adanya perasaan gagal yang berakibat kesedihan. Kesedihan itu yang kemudian membuat kita merasa telah melewati perjalanan. Kesedihan itu jua yang meruntuhkan kepercayaan akan mimpi-mimpi kita di tahun yang baru menjadi hilang.

Brendon Burchard mengatakan bagaimana memperoleh kebahagiaan lebih. Brendon adalah seorang penulis kelahiran Amerika. Dia juga dikenal sebagai seorang public speaking. Dia banyak membagikan pengalamannya melalui video singkat yang bisa kita lihat secara gratis di Youtube. Bukunya yang terkenal berjudul ‘The Charge’, yang isinya mengenai cara mendorong manusia untuk merasa semakin hidup.

Beberapa saat yang lalu, saya berkunjung ke website pribadi Brendon Burchard (https://brendonburchard.tumblr.com/). Dalam kunjungan singkat itu, saya menemukan satu prinsip hidupnya yang amat menarik. Dia menyajikan pengalamannya itu dengan judul “How to Have More FUN”. Berikut enam pesan sakti dari Brendon itu : Pertama, katakan pada diri sendiri , ” Ini adalah niat saya untuk hadir dan bersenang-senang pada saat ini .” Kemanapun langkah dan tujuan anda, jangan pernah membawa emosi duka dan pikiran yang negatif, akan tetapi bawalah sebuah maksud yang bahagia. Kebahagiaan yang ada bawa pada awal langkah anda menentukan kebahagiaan anda pada hari-hari selanjutnya.

Kedua, merekam moment suka cita dan kebahagiaan dalam hidup anda. Ingatlah kapan terakhir kali anda melewati masa-masa yang indah. Cobalah ulangi itu. Ketiga, buat semacam daftar hal-hal yang membuat suka cita dan kebahagiaan pada diri anda. Manusia seringkali lebih mudah mengingat hal yang buruk daripada yang baik. Oleh karena itu, catatlah hal-hal baik itu untuk kemudian kita baca dan ingat kembali. Yakin, dengan begitu kita akan kembali bahagia karena kita yakin bahwa ‘dulu saya bisa mengapa sekarang saya menyerah’

Keempat,tanyakan “apakah saya telah benar-benar melakukan yang terbaik untuk membawa semua hal yang menyenangkan pada semua tugas dan kehidupan saya?”. Coba kita cermati kembali apa yang telah kita lakukan. Manusia, dikatakan oleh Tuhan dalam Al-Qur’an, adalah tempatnya salah dan lupa. Kadangkala, yang kita pikir adalah terbaik itu belum tentu baik pula untuk orang lain. Kesederhanaan dalam memperhatikan hal ini akan membawa kebahagiaan hakiki datang pada diri kita.

Kelima, tanyakan juga “apakah saya telah benar-benar melakukan sebuah praktek seni persahabatan yang baik?”. Dalam dunia modern saat ini, dimana akses daripada media social telah berkembang pesat, pertemuan antara diri tidak lagi diutamakan. Mulailah kembali pertemuan yang hilang itu. Bercengkarama dan sekedar makan bersama di luar setidaknya akan membuat kita merasa interaksi sosial itu hidup lagi. Kita dapat berbicara panjang lebar, melihat senyum dan ungkapan keluhan secara langsung.

Keenam, tanyakan pula “apakah yang bisa saya lakukan hari ini untuk membuat hari seseorang?”. Banyak yang berkata bahwa cara membahagiakan diri adalah dengan membahagiakan orang lain. Saya rasa hal itu benar. Kita akan memperoleh kebahagiaan tidak hanya satu kebahagiaan dengan usaha kita untuk membahagiakan orang lain. Kita merasa bahagia telah membantu dan kita pun merasa bahagia telah membuat orang lain bahagia.

Enam pesan Brendon yang dikolaborasikan dengan pemikiran saya adalah sebuah sarana yang pada akhirnya masing-masing pembaca sendirilah yang menentukan. Tentunya, kita pasti mengingkan yang baik daripada yang buruk bukan. Cobalah ke enam hal itu dalam menyambut tahun yang akan datang nanti, tahun 2015. Ingat pula pesan Zizek bahwa “….orang memiliki kekuatan yang luar biasa dalam hal mengatur diri mereka sendiri untuk mengabaikan kekuasaan yang membelunggunya” . Bahagialah apapun nanti masalah yang akan terjadi di depan, karena bahagia dan tidak itu tergantung diri anda sendiri, maka be yourself dan janganlah buy yourself.