Pemetaan Potensi Pajak Jateng, KKP Madya Semarang Meningkat 35%

Penerimaan Pajak Di KKP Madya Semarang Meningkat 35% (Foto : Pajak)
Penerimaan Pajak Di KKP Madya Semarang Meningkat 35% (Foto : Pajak)

Kota Semarang, SEMARANGDAILY**Tim Pemetaan Potensi Pajak Daerah Provinsi Jawa TengahTahun 2014 melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai salah satu rangkaian pelaksanaan kegiatan Kajian Pemetaan Potensi Pajak Daerah beberapa waktu lalu.

Acara tersebut dipusatkan di masing-masing koordinator UP3AD se-Jawa Tengah diantaranya di kantor UP3AD Kabupaten Magelang, UP3AD Kota Pekalongan, UP3AD Kota Solo, UP3AD Kabupaten Banyumas, UP3AD Kota Semarang I dan UP3AD Kabupaten Pati. Hadir dalam acara terbut adalah para Kepala UP3AD, Kepala Seksi Pajak dan BBNKB dan Kepala Seksi Pendapatan Lain-lain serta tidak menutup kemungkinan personil yang memahami proses pemungutan pajak daerah.

Kegiatan Pemetaan Potensi Pajak Daerah Provinsi Jawa Tengah dilakukan untuk menggali potensi sumber-sumber penerimaan yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

Dalam mencari sumber-sumber penerimaan tersebut perlu dilakukan identifikasi permasalahan yang selama ini terjadi berkaitan dengan pajak daerah sehingga dapat dilakukan estimasi dan proyeksi dari masing-masing pajak yang pada gilirannya dapat disusun kebijakan pemerintah untuk meningkatkan optimalisasi penerimaan pajak yang mendasarkan pada prinsip-prinsip perpajakan yang efektif, efisien dan berkeadilan.FGD2

Untuk Tahun Anggaran 2014, Pemetaan Potensi Pajak Daerah masih dilakukan terhadap tiga jenis pajak yang terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Sedangkan Pajak Air Permukaan (PAP) masih belum dilakukan pemetaan karena adanya perbedaan karakteristik terhadap Pajak Air Permukaan sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.

KKP Madya Semarang Meningkat 35%

Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Semarang Jawa Tengah mematok target penerimaan pajak dari perusahaan hingga fiskal 2014 di angka Rp9,1 triliun atau meningkat 35% dari target tahun sebelumnya Rp6,7 triliun.

Peningkatan penerimaan pajak ini dikarenakan pada kuartal II terdapat tujuh perusahaan besar yang semula membayar di KPP Wajib Pajak Besar atau Large Tax Office (LTO) 2 beralih ke KPP Madya Semarang.

Kepala KPP Madya Semarang Ramos Irawadi menerangkan target pendapatan pajak tersebut setidaknya akan memberikan kontribusi sebesar 51,37% dari total penerimaan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I yang mencapai Rp17,7 triliun.

“Memang tahun ini ada peningkatan penerimaan pajak sekitar 35%, karena ada tujuh perusahaan besar beralih setoran pajaknya dari KPP LTO ke KPP Madya Semarang,” katanya seperti dikutip oleh Bisnis, Rabu (10/12/2014).

Kendati mematok target lebih tinggi dari tahun sebelumnya, Ramos memperkirakan realisasi perolehan pajak tahun ini berkisar 95%-97%. Hal itu lantaran beberapa WP berpindah ke lain daerah atau juga WP telah nonaktif.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, kata Ramos, realisasi perolehan pajak tidak sesuai target atau hanya tercapai 92% atau diangka Rp6,1 triliun.

Dia memaparkan jumlah WP yang tercatat di KPP Madya Semarang saat ini sebanyak 970-an. “Kami inginnya perolehan pajak bisa 100%. Tapi jumlah WP itu fluktuatif,” paparnya.

Pihaknya mengakui tahun ini ada pengurangan 210 WP yang diketahui pindah ke wilayah lsin atau pun WP dengan perusahaan nonaktif. Salah satu WP dengan setoran pajak cukup besar di wilayah KPP Madya Semarang yakni PT Sido Muncul Tbk. Namun, mulai tahun depan Sido Muncul membayar pajak di KPP WP Perusahaan Masuk Bursadi Jakarta.

Menurut Ramos, tahun lalu perusahaan dengan kode emiten SIDO membayar pajak senilai Rp300 miliar, dan menempati urutan pertama pembayar pajak terbesar. Oleh karena itu, KPP Madya memberikan apresiasi tinggi kepada Sido Muncul yang selalu taat membayar pajak dan menjadi contoh yang baik bagi wajib pajak lainnya.

“Kami kehilangan potensi pajak senilai Rp300 miliar. Namun ini sudah menjadi peraturan jika perusahaan sudah go public maka pelayanan pajak akan terpusat di KPP Masuk Bursa,” paparnya.

Ramos mengatakan tingkat kepatuhan WP yang tercatat di KPP Madya Semarang mencapai 96%. Artinya mayoritas industri besar memiliki kesadaran untuk membayar pajak.

Menurutnya, hingga November 2014 penerimaan pajak dari WP senilai Rp7,6 triliun atau 84% dari angka target Rp9,1 triliun. “Tradisi tahun sebelumnya, penerimaan pajak akan maksimal di akhir tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pajak Jateng I mengakui kesadaran masyarakat WP tahun ini mengalami penurunan dibandingkan dengan 2013.

Data DJP Jateng I menyebutkan tingkat Kepatuhan Penyampaian Surat Pemberitahuan atau SPT Tahunan pada 2013 adalah 62,22% sedangkan Tingkat Kepatuhan Penyampaian SPT Tahunan pada tahun ini 62,06%.