New Year Coffe Van Java, Sinden Amerika Alunkan Tembang Jawa

New Year Coffe Van Java, Sinden Amerika Alunkan Tembang Jawa (Foto: Provinsi Jateng)
New Year Coffe Van Java, Sinden Amerika Alunkan Tembang Jawa (Foto: Provinsi Jateng)

Kota Semarang , SEMARANGDAILY**Tembang Jawa Panca Indera, Mumet dan Ojo Ngoyo mengalun merdu di acara New Year Coffee Van Java Arupadhatu pada malam yang digelar di titik nol kilometer Kota Semarang. Istimewanya, tembang-tembang itu tidak dibawakan orang Jawa tetapi warga Amerika bernama Megan, Senin, (30/12/14)

Megan menuturkan dua diantara tiga tembang yang dibawakannya terinspirasi dari kisah hidupnya saat datang pertama kali ke Indonesia dan menjadi sinden. Perempuan yang mempelajari kesenian sinden sejak tahun 2005 itu mengaku tertarik menjadi sinden karena memiliki keindahan tersendiri. Keindahan itu membuatnya serius mempelajari lagu-lagu sinden dan membuatnya seperti sekarang.

Selain Megan, New Year Coffee Van Java Arupadhatu juga menyuguhkan penampilan kolaborasi musisi jazz Idang Rasidi dan Mus Mujiono. Selain itu, dihadirkan pula musik gunung yang dipadukan wayang orang serangga, yang mengundang gelak tawa penonton.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang turut menikmati suguhan dari Bank Jateng ini mengatakan Kota Semarang merupakan Kota Jazz. Banyak festival jazz yang digelar di Semarang.

“Hari ini Bank Jateng di Kota Lama, Januari diselenggarakan perbankan lain, Maret sektor lain, dan Juni akan ada festival jazz internasional. Semua kita coba gairahkan, supaya ada sebuah kemeriahan di Kota Semarang,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyambut baik event kesenian ini. Dia berharap ke depan Kota Semarang bisa menjadi kota seni budaya, dengan sering mengadakan event-event serupa setiap akhir pekan.

“Saya sih mengharapkan setiap weekend ada panggung dimanapun titiknya. Kemudian banyak orang bisa berkerumun untuk tampil,” katanya.

Ganjar juga mengapresiasi Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang mencanangkan Semarang Kota Jazz, karena banyaknya musisi jazz di kota atlas ini. Namun dia menginginkan musik jazz bisa dipadukan dengan genre musik lainnya karena aliran jazz mainstream sulit didengarkan untuk kalangan tertentu.

“Ada fusion jazz, seperti jazz rock. Sehingga lebih colorful,” pungkasnya.