Hemat Waktu, KSOP Tanjung Mas Luncurkan TPFT Barang Impor

Terminal Petikemas Semarang (TPKS). (Foto: TPKS)
Terminal Petikemas Semarang (TPKS). (Foto: TPKS)

Kota Semarang, SEMARANGDAILY**Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas Semarang meluncurkan tempat pemeriksaan fisik terpadu (TPFT) khusus barang impor. Dengan adanya TPFT ini disinyalir akan mampu memangkas waktu hingga tiga hari dibanding sebelumnya.

“Efisiensi menjadi tujuan utama dari adanya TPFT ini,” kata Kepala KSOP Tanjung Emas Carolus Sangaji.

Menurutnya, pada TPFT ini semua instansi yang terlibat dalam pemeriksaan barang di antaranya Bea Cukai, Dinas Karantina, dan Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) melakukan tugas pemeriksaan di satu ruangan.

“Dengan dibentuknya TPFT ini kami bisa menghemat waktu hingga dua hari, jika sebelumnya pemeriksaan membutuhkan waktu 4-5 hari harapannya melalui TPFT ini pemeriksaan bisa dilakukan antara 2-3 hari,” katanya.

Carolus mengatakan, setelah barang selesai diperiksa di TPFT maka para pemilik bisa mengambil barang tersebut untuk selanjutnya dimasukkan ke gudang masing-masing.

“Kami sepakat untuk mempermudah pelayanan kepada para mitra,” katanya.

Untuk mempercepat pelayanan, pihaknya tidak memberikan angka maksimal volume barang yang diperiksa dalam waktu satu hari. Bahkan, pemeriksaan dilakukan 24 jam selama tujuh hari dalam satu minggu.

.Songsong Pelayanan Prima

Pelabuhan telah menjadi bagian yang penting perdagangan. Hampir semua kebutuhan masyarakat baik untuk ekspor maupun impor ada di pelabuhan.

Di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang, aktivitas tiap tahunnya mengalami peningkatan. Berdasarkan hal itu, Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) mau tidak mau terus mengembangkan diri seiring peningkatan aktivitas transaksi barang di Pelabuhan Tanjung Emas. TPKS saat ini memegang peran penting dalam distribusi barang di Kota Semarang khususnya dan Jateng pada umumnya.

Seperti diketahui, tahun 2014 kemarin TPKS menargetkan 600 ribu TEUs dan terus naik per tahun, hingga bisa menyentuh 1 juta TEUs pada 2017. Hal itu perlu mengembangkan pela­yanan dengan cara membangun jejaring (networking) dan kerja sama dengan terminal peti kemas yang ada di pelabuhan-pelabuhan internasional. TPKS menyadari, kecepatan, dan ketepatan dalam pelayanan bongkar muat adalah yang utama.

Sementara itu, General Manajer TPKS Iwan Sabatini mengaku terus berkoordinasi dengan KSOP Tanjung Emas terkait pelaksanakan TPFT tersebut.

“Ini perdana, fasilitas sudah ada tinggal menyempurnakan. Kami berupaya menyesuaikan kebutuhan dari masing-masing instansi yang bertugas di TPFT ini,” katanya.

Pihaknya berharap agar TPFT tersebut bisa berjalan secara konsisten sehingga bisa mempercepat arus pengeluaran barang dari dan ke TPKS.

TPKS menargetkan arus petikemas terus tumbuh antara 13-15 persen per tahun. Target tersebut harus didukung dengan berbagai pembenahan, baik dari TPKS sendiri maupun kondisi pelabuhan