Tahun 2015, Momentum Kembalikan Jatidiri Maritim Kota Semarang

Terminal Petikemas Semarang (TPKS). (Foto: TPKS)
Terminal Petikemas Semarang (TPKS). (Foto: TPKS)

Kota Semarang, SEMARANG DAILY**Kota Semarang memiliki potensi maritim yang sangat besar secara geografis. Oleh karena itu, sektor kelautan dan perikanan adalah sektor yang harus didorong secara penuh. Hal ini disampaikan oleh peneliti dan pemerhati maritim, Farhan Hakim, Minggu, (8/12).

“Semarang memiliki geografis yang bersentuhan dengan laut, ini adalah potensi besar yang harus dimaksimalkan untuk kesejahteraan rakyat”, katanya.

Ia mengungkapkan jika pemerintah kota (Pemkot) Semarang belum memberikan perhatian yang besar dalam sektor perikanan dan kelautan. Padahal sektor ini merupakan komoditas besar, bahkan berpotensi menjadi komoditas utama di Kota Semarang.

“Program-program Pemkot Semarang belum mendalam mengangkat sektor kelautan dan perikanan yang bisa menjadi komoditas utama kota semarang”, katanya.

Farhan mengatakan bahwa Kota Semarang memiliki beberapa infrastruktur maritim yang mampu dioptimalkan. Sehingga, akan mampu memberikan dampak yang signifikan.

“Kita memiliki pelabuhan niaga, kita memiliki balai perikanan tangkap nasional, kita harus memaksimalkan,” katanya.

Farhan menyampaikan, bahwa dengan pemerintahan pusat yang pro maritim, maka ini juga harus menjadi momentum yang tepat bagi kota Semarang untuk mengembalikan jati diri maritim Kota Semarang.

“Tahun 2015 ini harus menjadi momentum kebangkitan Jatidiri maritim kota Semarang”, kata Farhan.

Poros Maritim

Indonesia Poros Maritim Dunia belakangan digaungkan Presiden Joko Widodo. Pemerintah merencanakan proyek Tol Laut sebagai kelanjutan Pendulum Nusantara yang diproyeksikan menjadi solusi logistik terintegrasi untuk mengikis disparitas Indonesia Barat dan Timur, serta The World Class Navy untuk menaikkan reputasi geopolitik di kawasan.

Hampir 8 juta km persegi luas Tanah Air Indonesia, 70 persen bagiannya adalah lautan. Indonesia merupakan negara maritim terbesar dengan potensi keanekaan hayati lautan paling kaya di muka bumi. Apalagi didukung posisinya di titik persinggungan pelayaran global, jika dikelola dengan baik, akan menjadi sumber kekuatan geopolitik dan geoekonomi

Untuk itu, dalam terma ekonomi maritim, kini saatnya mementingkan laut, perdagangan antar-pulau, kegiatan di pelabuhan, industri galangan kapal, penangkapan ikan, wisata bahari, dan lainnya.

Dampak positifnya pun sangat luas, yaitu peningkatan produksi, investasi, penyerapan tenaga kerja, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Rokhmin Dahuri (2012) menyebut, dari sedikitnya 10 sektor ekonomi maritim yang dapat dikembangkan, termasuk perikanan, energi, pariwisata, dan perhubungan, memiliki total nilai ekonomi hingga 1,2 triliun dolar AS, setara dengan tujuh kali APBN 2014. Kesempatan kerja yang bisa dihidupkan dari seluruh sektor ini mencapai 50 juta orang, atau sekitar 42 persen dari total angkatan kerja saat ini.

Mengembangkan Ekonomi Maritim tidak beranah absolut. Ekonomi Maritim berkolaborasi dengan sistem transportasi maritim, peranan dan fungsi pelabuhan pembangunan berbasis kemaritiman dan kepulauan, sistem perwilayahan maritim, pengembangan wilayah pesisir, potensi sumberdaya perikanan dan kelautan, penataan ruang wilayah pesisir, serta tujuan dan unsur-unsur pembangunan maritim.