Manfaatkan Nanoteknologi, UNDIP Ciptakan Alat Awetkan Sayur dan Buah

Tim Tirus bersama Rektor Undip, Prof Sudharto P Hadi (Foto: Undip)
Tim Tirus bersama Rektor Undip, Prof Sudharto P Hadi (Foto: Undip)

Tembalang, SEMARANG DAILY**Tim riset fakultas sains dan matematika kembali mengibarkan bendera UNDIP dalam kompetisi 5th Tokyo Tech Indonesian Commitment Award (TICA) Tokyo Tech Award-JAPAN 2014 di Institute of Technology, Jepang. Tim Undip, bernama Tirius, yang beranggotakan Arif Sony Wibowo (Ketua Peneliti, Jurusan Kimia, FSM), Nurmanita Rismaningsih (Jurusan Kimia, FSM), Ahmad Balya bashir (Jurusan Kimia, FSM) dan Nava Muzdalifah (Jurusan Fisika, FSM), berhasil mendapatkan juara satu dalam perhelatan tersebut.

TICA menyeleksi 425 paper partisipan dari 49 universitas di Indonesia untuk dipilih tiga paper penelitian terbaik untuk mewakili Indonesia mempresentasikan penelitiannya di Tokyo Institute of Technology, Jepang.

Tema penelitian yang dibawa oleh tim dalam kompetisi adalah nanoteknologi dalam bidang pangan. Hal ini dilaterbelakangi bahwa buah dan sayur merupakan komoditas pangan nasional rentan terhadap kebusukan. Jika dalam distribusi komoditas tersebut ada kebusukan, maka akan ada kerugian.

“Apabila 2,5% saja komoditas membusuk selama distribusi dan penyimpanan, potensi keuntungan yang hilang akibat kebusukan per tahunnya mencapai 6 triliun lebih”, ungkap Nava Muzdalifah.

Prof. Sudharto P. Hadi, selaku Rektor UNDIP, mengucapkan bahwa prestasi ini merupakan kabar yang menggemberikan bagi, perkembangan dunia IPTEK dan nama besar almamater.

Tim Tirius berharapan riset yang kami kembangkan terkait alat pengawet sayur dan buah tidak hanya berhenti pada tahap penelitian saja, melainkan menjadi produk inovasi yang mampu bersaing di persaingan global maupun nasional khususnya di bidang vegetables and fruits storage sebagai langkah strategis Masyarakat Ekonomi Asean 2015.