Lestarikan Lingkungan, KeSEMaT Siap Helat 11.800 Mangrove Charity

Lestarikan Lingkungan, KeSEMaT Siap Helat 11.800 Mangrove Charity (Foto: Yasiryafiat WordPress)
Lestarikan Lingkungan, KeSEMaT Siap Helat 11.800 Mangrove Charity (Foto: Yasiryafiat WordPress)

Demak, SEMARANGDAILY**Dalam upaya pelestarian lingkungan terutama ekosistem mangrove, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia bersama Miss Tourism Indonesia 2013 bekerjasama dengan KeSEMaT, akan mengadakan kegiatan dengan tema “11.800 Mangrove Charity with Miss Tourism Indonesia 2013 – Nabilla Shabrina” yang akan dilaksanakan di desa Timbul Sloko, Demak, Jawa Tengah, Selasa (30/12/14)

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu dalam upaya pelestarian lingkungan, meningkatkan kepedulian masyarakat akan arti pentingnya ekosistem mangrove serta menyosialisasikan gerakan peduli lingkungan kepada masyarakat, dengan harapan dapat menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pelestarian ekosistem mangrove, khususnya di Demak, Jawa Tengah dan Indonesia, pada umumnya.

Kegiatan ini berupa penanaman 11.800 bibit mangrove bersama dengan 100 anak-anak Sekolah Dasar yang berada di sekitar kawasan pesisir desa Timbul Sloko, yang juga akan bekerjasama dengan kelompok tani mangrove setempat, rekan-rekan mahasiswa UNDIP, pihak kelurahan, dan stakeholder mangrove lainnya di kota Demak dan sekitarnya.

Penanaman mangrove ini, dilatarbelakangi dari sebuah semangat untuk menjaga kelestarian dan menumbuhkembangkan rasa kepedulian masyarakat dan generasi muda tentang arti pentingnya ekosistem mangrove demi kelangsungan sumberdaya daerah pesisir, tentu saja untuk masa depan yang lebih baik.

Modal Masyarakat

Joe Lee, seorang professor dari Australian Rivers Institute and School of Environment, Griffith University, menyampaikan potensi besar atas pengelolaan mangrove. Ia menyampaikan keberadaan mangrove yang dapat memajukan desa.

“Selain sebagai penahan ombak, keberadaaan mangrove ternyata juga dapat memajukan desa dengan budidaya ikan ataupun kepiting,”, katanya.

Besarnya fungsi hutan mangrove, lanjutnya, tidak dapat maksimal dan berkelanjutan jika praktik manajemen yang ada tidak berubah. Banyak faktor yang mengancam masa depan hutan bakau. Oleh karenanya, peran seluruh pihak termasuk pemerintah sangat signifikan dan diperlukan.

“Sejumlah upaya yang dapat dilakukan untuk pelestarian hutan bakau di antaranya penghentian perusakan mangrove, konversi tambak udang tidak produktif ke hutan bakau, penanaman kembali hutan bakau, serta upaya pemberdayaan dan pelibatan masyarakat dalam konservasi dan pengelolaan hutan bakau,” tandasnya

Indonesia merupakan negara pensuplai hutan mangrove terbesar di dunia. Seperti diketahui, presentasinya mencapai 30 persen.