Hendrar Prihadi Sabet Anugerah Kadin Award 2014

Hendrar Prihadi (Foto: Pemkot Semarang)
Hendrar Prihadi (Foto: Pemkot Semarang)

Kota Semarang, SEMARANG DAILY** Hendrar Prihadi menjadi salah satu dari enam kepala daerah yang memperoleh anugrah Kadin Award 2014. Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi memperoleh penghargaan sebagai Kepala Daerah Kinerja Terbaik untuk Pengembangan Dunia Usaha. Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, bersama Ketua Kadin, Jateng Kukrit Suryo Wicaksono, di Hotel Oaktree, Semarang, Rabu (26/11).

Hendi dinilai memiliki kemampuan untuk perbaikan citra dan manfaat bagi masyarakat, serta memiliki cara membangun sinergitas dan menciptakan iklim usaha dan investasi yang kondusif.

Meski berusia muda, Hendi memang memiliki peran besar dalam mewujudkan impian menjadikan Kota Semarang sebagai Kota Metropolitan.

Pria kelahiran Semarang, 30 Maret 1971 ini mengatakan, di era kepemimpinannya, Pemerintah Kota Semarang memang memberikan prioritas lebih pada dunia usaha. Hal itu sebagai upaya mempercepat laju kemajuan kota. Bahkan beberapa tahun belakangan investasi di Kota Semarang mengalami kenaikan. Data 2013, investasi di Kota Semarang nilainya mencapai Rp 5,3 triliun atau meningkat 46 %.

”Semarang layak dijadikan tempat berinvestasi. Sebab kota ini memiliki daya dukung investasi yang luar biasa karena berada di tengah-tengah jalur perdagangan Pulau Jawa,” ungkapnya.

Menurut dia, indikator peningkatan investasi di Kota Semarang terlihat dari peningkatan jumlah industri dari 3.559 unit (2012) menjadi 3.589 unit (2013) atau terjadi peningkatan sebesar 0,84%. Sedangkan dari nilai investasi, secara prosentase kenaikannya pada tahun 2011 (38,82%), tahun 2012 (27,69%), dan tahun 2013 (46,17%).

“Otomatis peningkatan nilai investasi ini berdampak baik terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja dari 16.513 orang (2011) menjadi 20.370 orang (2012), dan 26.272 orang (2013),” katanya.

Investasi yang ditanamkan di Kota Semarang, tambahnya, mayoritas pada sektor properti seperti pembangunan hotel dan rumah.

“Dengan kondisi tersebut kami akan mendorong agar investor dapat berkomunikasi dengan kami untuk mendapatkan lokasi investasi yang sesuai dengan regulasi yang ada,” katanya.

Sebagai informasi, Kota Semarang memang mengalami pertumbuhan yang relatif pesat beberapa tahun terakhir. Salah satu indikasinya adalah semakin tumbuhnya menara atau gedung-gedung tinggi di beberapa kawasan, baik untuk perkantoran, mal, hotel, maupun fungsi lainnya. Data dari Pemkot Semarang menunjukkan, saat ini sudah ada 48 gedung tinggi di Kota Semarang.

Hendi juga menjamin akan memberikan kemudahan, kenyamanan, keamanan, dan kepastian investasi di wilayahnya. Apalagi perkembangan ekonomi di Kota Semarang semakin hari makin berkembang dan hal itu diharapkan bisa menjadi pertimbangan bagi in­ves­tor untuk menanamkan investasinya.

“Kami tetap komitmen memberikan pelayanan dan ja­minan kemudahan perizinan, ja­minan keamanan, serta jaminan hukum. Dalam hal operasional tentu lebih murah dibanding ber­investasi di Jakarta, Surabaya, atau kota besar lain di Jawa Barat. Ada kemudahan perizinan bagi investor, kami bantu mereka se­suai syarat dan prosedur yang ber­laku. Ini menjadi poin penting. Jangan sampai investor memasukkan izin tapi ternyata tidak keluar-ke­luar atau sudah menanamkan in­vestasi justru enggak aman. Ke depan ka­mi ingin ada kepas­tian untuk investor,” katanya.