Hari Menanam Pohon Indonesia, Semarang Tanam 1200 Bibit Cemara Laut

Hari Menanam Pohon Indonesia, 1200 Bibit Cemara Laut Ditanam (Foto: Pemkot Semarang)
Hari Menanam Pohon Indonesia, 1200 Bibit Cemara Laut Ditanam (Foto: Pemkot Semarang)

Semarang Barat, SEMARANGDAILY**Sebanyak 1.200 bibit cemara laut ditanam dalam puncak aksi Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN). Dibuka langsung oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi kegiatan ini diisi dengan kegiatan penanaman cemara laut dan sarasehan petani di Pantai Maron, Selasa(16/12).

Dalam peringatan HMPI kali ini diangkat tema “Hutan Lestari Untuk Mendukung Kedaulatan Pangan, Air dan Energi Terbarukan”. Tema ini juga merupakan salah satu program prioritas kabinet kerja 2014-2019.

Kegiatan menanam bersama ini diawali dengan apel dengan diikuti semua komponen masyarakat mulai dari BP DAS Pemali Jratun, pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BUMN/BUMD, lembaga pemerintah maupun swasta, perguruan tinggi, LSM dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak khususnya para petani atas kepedulian terhadap pelestarian lingkungan di Pantai Maron ini. Menurutnya, kepedulian seluruh pihak dalam konservasi ini diharapkan dapat mendorong upaya konservasi Pantai Maron yang telah mengalami abrasi seluas 4.200 m2 sejak tahun 1991 lalu.

“Sebuah sinergitas yang luar biasa guna membangkitkan kesadaran, semangat dan motivasi kepada seluruh warga masyarakat tentang pentingnya keberadaan pohon untuk kelestarian ekosistem dan terciptanya lingkungan yang asri dan hijau,” ungkap Walikota.

Menanam pohon, lanjut Walikota, bukan saja merehabilitasi lahan tetapi juga menguntungkan. Dicontohkan Walikota, harga pohon sengon berumur 5-7 tahun bisa mencapai Rp 800.000 per batang. Selain itu, lahan yang ditanami pohon pun masih tetap bisa menghasilkan berbagai komoditas pertanian dengan penanaman di sela tegakan.

“Dengan kata lain, pohon bisa jadi tabungan, saat dibutuhkan bisa tebang satu pohon. Tapi ingat, habis ditebang, ditanam lagi dua kali lipat,” tegas Walikota.

Lebih lanjut, Walikota berharap gerakan mananam dan pemeliharaan tanaman ini dapat terus berlanjut agar tidak muspro. Pencapaian target penanaman, lanjutnya, jangan menjadi tujuan akhir dari kegiatan ini. Namun, yang terpenting adalah membangkitkan semangat, motivasi serta pembiasaan masyarakat untuk gemar menanam pohon.