Ganjar Resmikan UMKM Center Jateng

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ketika melihat produk di UMKM Center. (Foto: Pemprov Jateng).
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ketika melihat produk di UMKM Center. (Foto: Pemprov Jateng).

Ngesrep, SEMARANGDAILY**Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meresmikan Operasionalisasi UMKM Center Jawa Tengah yang terletak di Jalan Setiabudi 192, Semarang, Senin (29/10).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur didampingi Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah Ir Djoko Sutrisno MSi dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Ir Sujarwanto Dwiatmoko Msi.

Ganjar berharap pasca diresmikan, UMKM Center Jawa Tengah bisa dijadikan tempat promosi sekaligus memasarkan produk-produk UMKM dan koperasi yang ada di Jawa Tengah. Dengan demikian produk-produk para pengusaha kecil dan menengah di Jawa Tengah bisa dikenal masyarakat dan semakin berkembang.

“Ini mimpi kita. Alhamdulillah bisa dibangun. Mewah sih tidak, tapi representatif. Tinggal kemudian dari fisik ini mari kita tiupkan rohnya. Rohnya adalah usaha kecil menengah. Jadi bagaimana membangun kesadaran orang untuk berusaha dan professional,” ucapnya.

Ganjar mengatakan problem yang sering dihadapi para pengusaha kecil dan menengah adalah belum bisa melakukan manajemen bisnis yang baik. Maka keberadaan fasilitas konsultasi di UMKM Centre Jawa Tengah diharapkan bisa dimanfaatkan para pengusaha kecil dan menengah untuk menimba ilmu agar bisa semakin professional.

“Saya mohon tempat konsultasi bisa betul-betul bisa dipakai dengan cara yang simple. Problem usaha kecil menengah adalah nyatet. Jadi duit yang kita miliki dari hasil usaha seringkali tanpa catatan. Nggak ngerti bagaimana kredit di bank. Nggak ngerti bagaimana memenej uang dengan baik. Ini ada temen-temen perbankan, ada konsultan, nanti kita minta dibantu bagaimana kemudian bisnisnya menjadi professional dan lama kelamaan menjadi bankable,” terangnya.

Ganjar mengakui kemasan dari beberapa produk-produk UMKM yang ada di UMKM Centre Jawa Tengah sudah bagus. Namun, dirinya menyayangkan karena mereka tidak mencantumkan alamat dalam kemasan produk tersebut.

“Satu saja yang tadi saya lihat dari produk makanan yang muncul packagingnya sudah bagus, tapi alamatnya nggak ada, nomer kontaknya nggak ada. Sehingga orang akan bertanya kalau mau beli dimana. Orang tidak bisa mengakses kemana kemudian dia bisa membeli itu,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan pendirian UMKM Center dilatarbelakangi oleh kondisi Koperasi dan UMKM yang membutuhkan pendampingan, keyakinan untuk menjadi entrepreneur, sarana akses permodalan, dan akses pemasaran. UMKM Centre dibangun melalui dana APBD dan menempati lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Keberadaan UMKM Center akan sangat membantu pengusaha kecil karena dilengkapi tujuh layanan usaha. Yakni ruang pamer dan penjualan produk unggulan daerah, konsultasi bisnis bagi koperasi dan UMKM, pendampingan bisnis, pelatihan bisnis dan teknis, fasilitasi akses pembiayaan, penguatan kelembagaan dan kerjasama serta layanan pustaka.

“Harapan kita, kami sudah membangun kerjasama dengan kawan-kawan kepariwisataan, UMKM Center ini dijadikan tempat mampirnya wisatawan di Semarang selain di Pandanaran. Kalau Bapak/Ibu ada tamu jangan lupa mampirnya disini, karena disini semua yang ada di Jawa Tengah tersedia. Semoga semua berjalan dengan baik dan UMKM dapat berkembang maju menjadi Usaha Mikro Kecil tapi Miliaran,” katanya.

Sambut MEA 2015

Menjelang tahun 2015, semua negara di Asia Tenggara kini tengah sibuk mempersiapkan diri menghadapi era baru kegiatan perekonomian bebas yang disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC). MEA merupakan bentuk kerjasama regional ASEAN yang lahir dari penandatanganan piagam ASEAN dan Blueprint ASEAN menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 oleh para pemimpin negara ASEAN pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-13 yang dilaksanakan di Singapura pada 20 November 2007 silam. 10 Negara ASEAN yang hadir dalam KTT tersebut telah bersepakat untuk membentuk integrasi ekonomi regional pada tahun 2015.

Ganjar Pranowo menyatakan UMKM Center diluncurkan di Semarang karena keberadaannya akan menjadi pusat apapun yang dibutuhkan pengusaha, terutama pengusaha muda.

“UMKM Center bisa menjadi pusat apapun, ruang konsultasi, ruang belajar, cara pemasarannya, dan lain sebagainya untuk memberikan pembelajaran bagi pengusaha muda untuk bisa melihat potensi yang ada di sekitar kita,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menuturkan UMKM Center merupakan wadah berinovasi dan unjuk gigi bagi pengembangan koperasi dan UMKM. Rencananya pada tahun 2015 akan disediakan tujuh dokter usaha.

“Tempat ini diharapkan bisa menjadi tempat menimba ilmu bagi para pengusaha muda agar bisa mengembangkan usahanya lebih besar lagi dengan perencanaann yang baik,“ ungkapnya.

Ditambahkan, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng dalam waktu tiga tahun ke depan akan membangun UMKM center di Kota Surakarta, Cilacap, Banyumas dan Kebumen.