Ganjar Pranowo: Dorong Iklim Ramah HAM Di Jateng

Ganjar Mendorong Iklim Ramah HAM di Jateng. (Foto: Ganjar Pranowo Blogpot)
Ganjar Mendorong Iklim Ramah HAM di Jateng. (Foto: Ganjar Pranowo Blogpot)

Kota Semarang, SEMARANGDAILY**Ganjar Pranowo mendorong iklim ramah Hak Azasi Manusia (HAM) di Jawa Tengah. Hal ini merupakan topik yang tak pernah ada habisnya untuk dibicarakan. Hampir di semua daerah memiliki persoalan HAM dengan berbagai latar belakang. Mulai dari ekonomi, sosial, politik sampai agama.

“Bicara soal HAM itu kualitatif, sensitivitasnya tinggi dan butuh dialog berkali-kali. Tidak cukup tiga kali. Berkali-kali dan tidak boleh putus harus terus menerus,” ungkap Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH saat menjadi pembicara kunci dalam acara Seminar Dalam Rangka Peringatan Hari HAM di Wisma Perdamaian, Sabtu (13/12).

Ganjar mencontohkan bagaimana dia mengakomodasi menyusun kebijakan publik yang disebut upah buruh. Dialog sudah dilakukan terus menerus. Diapun berupaya mencari formula yang tepat untuk mencari equilibrium upah antara buruh dan pengusaha, tapi tidak berhasil. Buruhpun demo meminta revisi upah.

‚ÄúDemo merupakan bagian dari proses demokrasi yang halal. Tapi tidak dengan merusak dan mengeluarkan kata-kata kotor. Jika keputusan pejabat negara tidak diterima, maka masuk saja pada institusi pengadilan. Itu saya sampaikan kepada buruh,” ungkapnya.

Selain upah buruh, Ganjar menyampaikan persoalan yang perlu diselesaikan adalah pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang. Amdal sudah keluar sejak tahun 2012. Tapi saat hendak dieksekusi pada tahun 2014 ditarik mundur. Isu yang berkembang tidak jelas. Semua menjadi ahli. Karenanya, dia kemudian mengumpulkan semua pihak yang berkepentingan dalam pendirian pabrik semen.

Dari para pakar yang pro dan kontra, kelompok masyarakat, LSM, SKPD terkait, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM hingga pihak PT Semen Indonesia. Hasilnya, tidak ada yang mampu bertengkar dengan argumentasi dan fakta ilmiah. Yang ada hanyalah asumsi. Lantaran dialog tidak menghasilkan kesepakatan, dia juga menyarankan untuk menggugat ke PTUN agar pemerintah punya dasar pengambilan keputusan yang kuat untuk membatalkan investasi dari pihak swasta.

Ditambahkan, saat ini ada lima pabrik semen yang akan menanamkan investasi di Jawa Tengah. Salah satunya di Kabupaten Pati yang kini sudah dalam proses studi Amdal dan konsultasi publik. Ganjar mengajak para aktivis mengawal sejak awal agar jangan sampai terjadi hal yang sama seperti di Rembang.

“Kawal hari ini kalau Anda memang punya spirit aktivis,” tandasnya.

Cerita ini disampaikan, imbuhnya, agar konteks HAM sama-sama dihormati dan Jawa Tengah menjadi provinsi yang semakin ramah dengan HAM. Dia menginginkan adanya upaya melak HAM untuk didorong pada capacity building. Bila capacity building tidak siap dilakukan untuk pegawai pemerintah, pihaknya akan mendorong untuk dilakukan kepada masyarakat. Tentu diiringi dengan politik legislasi, anggaran dan aksesibilitas untuk lansia, anak-anak dan penyandang disabilitas.Selain mendorong capacity building, Ganjar juga berharap SKPD menyusun rencana aksi pada program yang bisa mengarusutamakan HAM dan menjadi representasi daerah ramah HAM.

Semarang Sabet Penghargaan HAM

Penghargaan dan pengakuan dari tingkat nasional kembali diterima Pemkot Semarang. Kali ini apresiasi atas kinerja Pemkot diterima dari Kementerian Hukum dan Ham. bertempat di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum dan HAM penghargaan diterima oleh Asisten Administrasi Pemerintahan, Eko Cahyono langsung dari Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly, Rabu, (10/12/14).

Penghargaan sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut diserahkan bersamaan dengan peringatan Hari HAM ke-66.. Sejumlah kriteria penilaian ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM bagi kabupaten kota sebagai penerima penghargaan peduli HAM. Diantaranya pada aspek hak hidup, hak mengembangkan diri, hak atas kesejahteraan, hak atas rasa aman, dan hak perempuan.

Penyerahan penghargaan ini, menurut Menteri Hukum dan Ham adalah bentuk apresiasi pemerintah terhadap kreativitas dan pengembangan diskursus terhadap HAM di Indonesia. Selain itu, diserahkan pula sejumlah penghargaan lain seperti Penghargaan Komunitas Pemuda Pelajar Pencinta HAM, serta Penganugerahan Bung Hatta Award.