Unissula Tambah Guru Besar Baru

Prof Dr Widodo SE MSi (kanan) menerima penyerahan SK Guru Besar dari Ketua Koordinator Kopertis VI Prof Dr Dwi Yuwono Puji Sugiharto di gedung Kopertis VI Kamis (30/10). (Foto : Unissula)
Prof Dr Widodo SE MSi (kanan) menerima penyerahan SK Guru Besar dari Ketua Koordinator Kopertis VI Prof Dr Dwi Yuwono Puji Sugiharto di gedung Kopertis VI Kamis (30/10). (Foto : Unissula)

Kaligawe, SEMARANG DAILY**Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) baru saja menambah satu Guru Besar. Dr Widodo, resmi berhak menyangdang gelar guru besar (profesor) bidang ekonomi manajemen. Kepastian tersebut diperoleh setelah ia menerima secara langsung SK pengangkatan sebagai guru besar dari Ketua Koordinator Kopertis VI Prof Dwi Yuwono Puji Sugiharto di gedung Kopertis VI Kamis (30/10).

Dalam sambutannya Prof Dr Dwi Yuwono Puji Sugiharto berpesan agar sebagai profesor baru selalu menjaga perilaku dan integritasnya serta terus meningkatkan kualifikasi demi kebanggaan institusi masing-masing.

“Menjadi seorang profesor memiliki tugas dan kewajiban sangat berat. Kewajiban yang dipersyaratkan adalah menulis buku, menghasilkan karya ilmiah, dan menyebarluaskan gagasan,”katanya.

Hadir dalam serah terima SK gurubesar tersebut antara lain Wakil Rektor I Unissula, Dr Muhamad Haddin serta para kolega dosen dari fakultas ekonomi.

“Alhamdulillah Unissula kembali menambah jumlah profesornya dan dengan disahkannya gelar profesor ini, diharapkan agar beliau terus meningkatkan lagi keilmuan sesuai bidangnya, menambah khazanah pemanfaatan pengembangan ilmu khususnya di Fakultas Ekonomi Unissula maupun untuk masyarakat luas. Gelar professor tersebut juga akan semakin menaikkan kwalitas pendidik di Unissula secara keseluruhan terlebih untuk dapat memperoleh gelar tersebut tentunya tidaklah mudah karena persyaratannya juga tidak sedikit. Dan karenanya kita berbangga bahwa salah satu dosen Unissula berhasil memperoleh predikat tersebut” ungkap Haddin.

Perjuangan dosen berusia 49 tahun tersebut dalam meraih gelar Profesor ini tidaklah mudah karena membutuhkan waktu 4 Tahun untuk mendapatkannya. Menurutnya gelar baru ini merupakan reward yang didapat setelah melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian. Menurutnya apa yang diperoleh saat ini bukanlah akhir melainkan awal karena beban guru besar sangat tinggi. Sebab dengan pengetahuan yang dimiliki harus bisa berkonstribusi pada kampus sesuai dengan bidang keilmuan.