Tingkatkan Sosialisasi Wisata Melalui Media Sosial

Lawang Sewu, salah satu wisata unggulan Semarang (Foto: Travellesia Blogspot)
Lawang Sewu, salah satu wisata unggulan Semarang (Foto: Travellesia Blogspot)

Kota Semarang, SEMARANG DAILY**Sosialisasi event kesenian dan budaya di Kota Semarang dapat dilakukan melalui media sosial (medsos) seperti Facebuk, Twitter ataupun Instagram dan Path.

Hal itu disampaikan Koordinator Penggiat Pariwisata Kota Semarang, Gus Wahid, dalam diskusi yang digelar Disbudpar di Balai Kota, Rabu (26/11).

Menurutnya, penggunaan media sosial dalam promosi event di kota ini masih minim.

“Padahal medsos memiliki peran tidak kalah penting dengan media massa mainstream seperti koran, TV, dan radio. Namun sayangnya peran tersebut kurang dioptimalkan meski sudah ada sejak lama,” terangnya.

Dijelaskan, medsos memiliki keunggulan jangkauan yang sangat luas karena menggunakan basis internet. Selain itu pesannya juga dapat diulang-ulang sesering mungkin. Lebih dari itu, penggunaan medsos rata-rata dipakai oleh anak muda yang melek teknologi dan perkembangaan gadget. Dengan demikian perkembangan informasi akan lebih cepat tersampaikan.

“Anak muda sekarang sangat melek teknologi dan inilah yang harus dimanfaatkan untuk menarik minat mereka serta warga di luar Semarang untuk datang berkunjung ke sini,” tukasnya.

Ketua Asosiasi Tour dan Travel (Asita) Jateng, Joko Suratno, mengakui cukup sulit menyatukan visi pelaku pariwisata kota ini. Pasalnya, masing-masing dari mereka seolah bekerja sendiri-sendiri tanpa saling berkoordinasi.

“Di sinilah peran pemerintah untuk dapat menjadi fasilitator bagi stakeholders pariwisata agar setiap event yang dibuat di Semarang dapat memancing wisatawan untuk datang ke Semarang,” tuturnya.

Namun demikian, event wisata yang dibuat tersebut haruslah memiliki kualitas, keunggulan, perbedaan dengan event di daerah lain. Dengan demikian, pengunjung akan merasa ketagihan untuk kembali datang di event selanjutnya.

“Lihatlah pementasan Tari Barong atau Kecak di Bali yang mampu dijual dan selalu dicari pengunjung. Semarang saya yakin bisa menjual paket wisata tersebut seperti Sesaji Rewanda dan lain-lain,” tandasnya