Tahun 2015, Anggaran Pendapatan Jateng Naik

Ganjar Pranowo (Foto: Ganjar Pranowo Blogpot)
Ganjar Pranowo (Foto: Ganjar Pranowo Blogpot)

Kota Semarang¸ SEMARANG DAILY**Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memproyeksikan target pendapatan daerah pada rancangan APBD Tahun Anggaran 2015 sebesar Rp 16,542 triliun atau naik sebesar Rp 2,805 triliun (20,42 persen) dari pendapatan daerah pada APBD Induk Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp 13,737 triliun.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada Rapat Paripurna Penyampaian Gubernur atas Raperda tentang APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2015 dan nota keuangannya di ruang rapat paripurna Kantor DPRD, Senin (17/11) mengatakan kenaikan ini bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik sebesar Rp 2,793 triliun (33,46 persen) menjadi Rp 11,141 triliun dari PAD APBD Induk Tahun 2014 yang hanya Rp 8,347 triliun. Kenaikan pendapatan juga dipengaruhi naiknya dana perimbangan menjadi Rp 2,694 triliun.

Untuk perincian kenaikan PAD, lanjutnya, meliputi pajak daerah naik sebesar Rp 2,618 triliun (36,90 persen), retribusi daerah naik sebesar Rp 5,99 miliar (7,68 persen), hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan naik 14,22 persen (Rp 39,74 miliar) dan lain-lain PAD yang sah naik 14,41% (Rp 128,76 miliar). Sementara untuk kenaikan dana perimbangan hanya berasal dari dana bagi hasil pajak/ bukan pajak sebesar Rp 108,67 miliar (15,01 persen).

“Target ini sengaja kita dorong setelah BPK memberikan masukan kepada kita banyak potensi kita yang sebenarnya bisa kita katrol untuk bisa mendapat PAD yang lebih. Mohon dukungannya dan mohon nanti pengawasannya kepada kami,” kata Ganjar.

Dana tersebut, paling utama diprioritaskan untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur yang semakin berkualitas. Karenanya, anggaran infrastruktur mendapat alokasi tertinggi yakni Rp 2,583 triliun dimana anggaran sebesar Rp 2,374 triliun untuk kebutuhan belanja langsung. Belanja langsung antara lain digunakan untuk meningkatkan kapasitas (pelebaran) dan peningkatan struktur (rekonstruksi) di ruas jalan provinsi, jalan penghubung wilayah pantai utara (pantura)–pantai selatan (pansela), alternatif jalan nasional serta jalan yang mendukung kawasan strategis dan pengembangan wilayah dengan total target panjang peningkatan jalan 390,75 km.

Sementara infrastruktur sumber daya air yang akan diutamakan adalah perbaikan dan pembangunan sarana irigasi di 19 daerah irigasi, perbaikan dan pembangunan sarana konservasi sumber daya air, serta perbaikan dan pembangunan prasarana dan sarana pengendalian banjir dan pengamanan pantai melalui perkuatan tebing dan normalisasi sungai.

“Ini menjadi penting menjadi prioritas agar cepat-cepat jalan yang kita miliki baik. Mudah-mudahan akhir 2015 wajah ini sudah mulai kelihatan jalannya baik,” ujarnya.

Prioritas lain yang menjadi perhatian adalah peningkatan sinergitas dan harmonisasi program pengurangan kemiskinan dan pengangguran berdimensi kewilayahan, peningkatan kualitas SDM dan pelayanan dasar yang semakin luas, dan peningkatan perekonomian daerah berbasis potensi unggulan daerah dengan dukungan rekayasa teknologi dan berorientasi pada ekonomi kerakyatan.

Secara ringkas, Gubernur menyampaikan rancangan APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2015 yang disusun. Untuk pendapatan daerah sebesar Rp 16,542 triliun dan belanja daerah Rp 16,732 triliun, sehingga terdapat defisit sebesar Rp 190 miliar. Sementara untuk pembiayaan daerah terdiri dari penerima pembiayaan sebesar Rp 450 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 260 miliar. Sehingga total pembiayaan Rp 190 miliar. Dengan demikian sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) nihil.