Mendalami Pemikiran Soekarno Bersama Peter Kasenda

???
bedah bukunya yang berjudul Soekarno, Marxisme dan Leninisme itu di Unnes, Selasa (29/10). (Foto : Humas Unnes)

Gunungpati, SEMARANG DAILY**Sejarawan dan penulis Peter Kasenda, mengajak mendalami pemikiran Soekarno yang dia tuangkan lewat pemikiran marhaenisme dan proletar. Hal ini dilakukannya dalam sebuah bedah bukunya yang berjudul Soekarno, Marxisme dan Leninisme itu di kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes), Gunungpati, Selasa (29/10).

Dalam buku ini pembaca diajak menyusuri dalamnya pemikiran Soekarno dari paham-paham kiri seperti Marxisme dan Leninisme.

“Kaitan Soekarno dengan PKI kenapa Soekarno melindungi PKI. Bukan karena ia ingin berhadapan dengan TNI tapi karena dia selalu terpukau Leninisme dan Marxisme walaupun Soekarno bukan PKI,” katanya.

Pada acara yang digagas Himpunan Mahasiswa (Hima) Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas negeri Semarang (Unnes) itu, sebagai pembedah adalah Dosen Sejarah Unnes, Hamdan Tri Atmaja.

Ia menjelaskan buku ini merupakan kumpulan tulisan yang mencoba merangkai akar-akar pemikiran yang ditafsirkan oleh Soekarno dan dijadikan paradigm untuk melawan kekuatan liberalism dan kapitalisme.

“Namun demikian tafsir Soekarno tentang Marxisme itu sendiri merupakan bagian dari proses dialektika yang tidak pernah berhenti, sehingga marxisme itu di tafsirkan ulang oleh kelompok-kelompok politik yang berhaluan nasional, sosialis kiri, maupun religius,” ungkapnya.

Perbedaan tafsir itu sendiri, menurut Hamdan mempersulit Soekarno dalam mengimplementasikan paham sosialisme sebagai bagian dari ruh nasionalisme Indonesia. Tidak hanya itu, hal ini juga yang menjadikan lengsernya Soekarno dari tampuk kekuasaan di Indonesia.

“perbedaan tafsir ini justru semakin menjadikan kekuatan lawan yang pada akhirnya gagasan Soekarno tidak hanya sekedar dijadikan wacana, tetapi sebagai lawan yang ujungnya terjadi peristiwa G30S,” katanya.