Jateng Tertinggi Jumlah Pendonor Darah Muda

???
Aktifitas donor darah (Foto: Antara Jateng)

Semarang Kota, SEMARANG DAILY**Jawa Tengah terhitung memiliki jumlah pendonor darah dari kalangan muda (kelompok umur 17 – 30 tahun) yang tertinggi. Hal ini Berdasarkan data yang diterima Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah sampai dengan Triwulan III tahun 2014, penerimaan darah di Jawa Tengah sebanyak 233.888 kantong darah atau rata-rata 650 kantong per hari. Jumlah Donor Darah Sukarela (DDS) sebesar 98% (228.982 kantong darah) dan Donor Darah Pengganti (DDP) sebesar 2% (4.906 kantong darah).

“Menurut umur, sebagian besar pendonor darah adalah usia muda antara 17 – 30 tahun yakni sebanyak 44%. Ini sangat menggembirakan untuk Jawa Tengah,” ucap Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, ,Sasongko Tedjo.

Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa dari tahun ke tahun jumlah pendonor berasal dari kalangan muda makin meningkat. Sasongko menyampaikan pada tanggal 3 mei 2015 yang lalu PMI Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan pencanangan gerakan “Yang Muda Yang Berdonor”, diikuti sekitar 3000 siswa dan mahasiswa se-kota Semarang dan perwakilan KSR se-Jawa Tengah. Dalam acara tersebut juga diadakan Donor Darah Sukarela Massal yang diikuti UDD PMI Kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang berhasil mengumpulkan sebanyak 1.047 kantong darah.

Sasongko menyampaikan, penghargaan sebagai pahlawan kemanusian sudah sepantasnya diberikan kepada Donor Darah Sukarela (DDS). Mengingat para pendonor telah menyumbangkan darahnya dengan ikhlas tanpa pamrih, untuk disalurkan kepada siapa saja yang membutuhkan darah. Tanpa peduli siapa yang disumbang darahnya.

“Pendonor ini merupakan insan-insan yang mempunyai semangat kebangsaan dan pluralisme yang luar biasa,” katanya.

Menurutnya sudah menjadi tradisi bagi PMI memberikan penghargaan bagi para pendonor. Mereka yang sudah mendonor selama 50 kali dan 75 kali diberikan penghargaan oleh Gubernur. Diakuinya keberadaan PMI Provinsi Jawa Tengah dapat berperan aktif di tengah-tengah masyarakat tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui hibah APBD yang jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun. Hibah APBD Provinsi Jawa Tengah yang telah diberikan pada tahun 2013 sebesar Rp 1,9 miliar. Ke depan, Sasonggko berharap PMI berangsur-angsur punya kemandirian, termasuk dalam pendanaan kegiatannya.