Jateng Jadi Magnet Investasi Pengusaha Taiwan

???
Jateng menjadi daya tarik pengusaha-pengusaha Taiwan untuk berinvestasi. (Foto : Kemenkeu)

Kota Semarang, SEMARANG DAILY**Terjaganya iklim kondusif, biaya tenaga kerja kompetitif, dan sarana infrastruktur yang semakin baik menjadi daya tarik pengusaha-pengusaha Taiwan untuk berinvestasi di Jawa Tengah. Provinsi yang beribukota di Semarang ini menjadi target utama para investor Taiwan dalam program 2014 Investment Mission to Indonesia.

Hal itu diungkapkan Wen-Bin Chen selaku Deputy General Director Department of Investment Services, Ministry of Economic Affairs (MOEA) saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Rabu, (5/11).

Ganjar menyambut baik keinginan pengusaha-pengusaha Taiwan yang akan menanamkan investasinya di Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mempermudah proses perijinannya, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, saat rapat dengan Gubernur seluruh Indonesia yang digelar beberapa waktu lalu.

“Presiden sudah meminta kepada para gubernur untuk mempermudah proses ijin investasi. Informasi ini akan akan kami teruskan kepada para walikota/bupati agar segera menyesuaikan dengan keputusan presiden,” katanya.

Ganjar mengatakan kondisi di Indonesia akan semakin tenang paska pergantian parlemen dan presiden. Karenanya, para investor tidak perlu khawatir dengan kondisi keamanan. Menurutnya banyak program pembangunan yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tentu menjadi peluang bisnis bagi para investor.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempunyai program mempercepat perbaikan infrastruktur, ini peluang bagi investor yang ingin berpartisipasi. Selain itu, ada peluang investasi di bidang energi, dimana akan dibangun power plant di bagian utara dan selatan Jawa Tengah. Dan kita akan bangun area di beberapa kabupaten untuk menjadi daerah-daerah industry,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur juga memaparkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 – 2018. Diantaranya pembangunan infrastruktur jalan, pelabuhan laut dan perikanan, double track, bandara, kawasan pengembangan ekonomi, dan daerah konservasi.