Indonesia Miliki Peran Krusial Global

Peta Indonesia (Foto: Gereports)
Peta Indonesia (Foto: Gereports)

Kota Semarang, SEMARANG DAILY**Hendrik E.Niemeijer, Dosen Leiden University, mengatakan bahwa dalam era globalisasi dunia dewasa ini, Indonesia yang sekarang merupakan ekonomi keenam belas terbesar di dunia dan anggota kelompk G-20, semakin memainkan peran krusial dan penting. Hal ini disampaikan dalam International Seminar Culture Across Perspective II, di Grasi Hotel Semarang, Rabu,(5/11).

Lokasinya antara dua negara raksasa Asia, India dan Cina, memberikan posisi strategis yang sangat penting dalam berbagai urusan dunia. Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia berperan serta dalam perkembangan politik, ekonomi, kebudayaan dan agama global, dan hal tersebut sebenarnyalah sudah demikian sejak kemerdekaannya di tahun 1945.

“Masa depan yang mantap membutuhkan pemikiran terkait masa lalu. Bagaimana penduduk Indonesia terkait dengan masyarakat dunia yang lebih luas? Kepulauan Indonesia, atau Nusantara, memiliki sejarah yang teramat kaya. Rentang kelompk etnis, aneka kebudayaan kawasan serta prasarana pemersatuan yang membentuk Indonesia masa kini”ungkapnya

Niemeijer mengatakan Pembangunan negara maritim pun tidak dapat dilakukan secara parsial. Harus memiliki pondasi jelas dalam bidang politik, ekonomi dan budaya. Di mana politik mencakup aspek ideologi, pertahanan dan keamanan, ekonomi mencakup aspek sistem ekonomi, produksi dan distribusi dan budaya mencakup aspek pendidikan, kelembagaan dan peran rakyat dalam membangun negara maritim.

Untuk membangun negara maritim yang kuat pun, diperlukan visi atau cara pandang kelautan yang kuat dengan memandang wilayah daratan atau kepulauan sebagai bagian dari wilayah laut. Dengan demikian, akan mempengaruhi cara pendefinisian negara Indonesia sebagai negara maritim’pungkasnya

Diplomasi Budaya

Dewi Yulianti, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Undip, mengatakan bahwa diplomasi budaya pada ini sangat diperlukan untuk memperkuat jati diri atau identitas bangsa Indonesia. Hal ini karena pada saat ini kita sangat prihatin dengan kondisi masyarakat bangsa kita yang secara pelan tapi pasti mulai kehilangan jati diri atau identitas nasional.Akibatnya, berdampak lunturnya rasa nasionalisme hal itu sangat berbahaya bagi kita dalam konteks keutuhan sebuah bangsa hal itu.

Dewi mengungkapkan pendekatan budaya sekarang ini dirasa sangat relevan untuk mempersatukan dan memperkuat indentitas diri kita sebagai sebuah bangsa karena dengan pendekatan diplomasi budaya kita dapat memahami apa yang dipikirkan, apa yang dilakukan dan apa yang dihasilkan sebuah kelompok masyarakat

“Saat ini budaya mengalami pemiskinan sehingga perlu disemai kembali. Pemiskinan budaya ini, antara lain, terjadi di sekolah-sekolah ketika guru lebih mementingkan kurikulum dan melupakan pendidikan berbasis budaya.Pemiskinan ini menyebabkan kearifan budaya yang ada pada masyarakat kita mulai luntur”ujarnya