Hendrar Prihadi : Kreatifitas Atasi Kemiskinan

????
Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. (Foto : Suara Nusantara)

Gunungpati, SEMARANG DAILY**Masalah warga miskin dan banyaknya pengangguran menjadi pembahasan utama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melaksanakan dialog dengan warga usai melaksanakan jalan sehat di Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Minggu (16/11).

Menurutnya, masyarakat harus cerdas dan kreatif memanfaatkan peluang usaha, karena di wilayah Patemon memiliki potensi yang masih dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian warganya.

“Meski daerah ini merupakan wilayah pengembangan, namun memiliki posisi strategis karena dekat dengan kampus Unnnes. Keberadaan kampus menjadi salah satu potensi untuk ditangkap sebagai peluang usaha,” katanya.

Contoh yang dapat dilakukan misalnya dengan membuka usaha usaha warung kelontong, laundry, warung makan, dan usaha kecil lainnya. Selain itu dengan letak wilayah yang ada di dataran atas Kota Semarang, warga Patemon juga bisa mengembangkan tanaman buah dan tanaman hias. Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi berharap, jangan sampai peribahasa “Tikus Mati di Lumbung Padi” terjadi di wilayah ini. Patemon menurutnya kaya akan potensi-potensi alam.

“Penambahan pengangguran jangan sampai terjadi di wilayah ini, karena semua usaha bisa dikembangkan yang penting ada kemauan,” papar Hendi.

Dirinya juga mengajak seluruh warga Patemon untuk berpartisipasi mempercepat pembangunan di wilayah Patemon.

“Mari kerjakan pembangunan ini dengan cara skala prioritas. Mana yang bisa dikerjakan oleh masyarakat, mana yang bisa dikerjakan Pemkot, dan mana yang dibantu oleh swasta,” ajaknya.

Warga Patemon, Singgih Jatmiko menegaskan, mengenai data warga miskin dari Pemkot banyak terjadi kesalahan. Di mana dalam verifikasi data itu banyak warga mampu tapi terdata sebagai warga miskin. Diduga hal itu berkaitan dengan adanya bantuan bagi warga miskin dari pemerintah.

“Mohon data kembali warga miskin yang valid dan tepat sasaran,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Hendi menjelaskan database warga miskin memang harus diperbaharui tiap tahunnya. Peran aktif masyarakat untuk mengawasi sangat penting. Oleh karena itu jika warga yang seharusnya tidak dapat bantuan tapi memperoleh bantuan, bisa dilaporkan ke Pemot sehingga akan dikaji ulang.