Hari Kamis, Pemkot Semarang Wajibkan Berbahasa Jawa

Pemkot Semarang mulai memberlakukan penggunaan bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasi lisan di lingkungan pemkot selama satu hari penuh (Foto: Pemkot Semarang)
Pemkot Semarang mulai memberlakukan penggunaan bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasi lisan di lingkungan pemkot selama satu hari penuh (Foto: Pemkot Semarang)

Kota Semarang, SEMARANG DAILY**Pemkot Semarang mulai memberlakukan penggunaan bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasi lisan di lingkungan pemkot selama satu hari penuh. Berbagai agenda kegiatan resmi maupun tak resmi menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar.

Penggunaan bahasa Jawa ini secara resmi dipakai setiap hari kamis setelah adanya surat edaran Walikota No. 434/4900 tanggal 4 November 2014 tentang Penggunaan Bahasa Jawa untuk Komunikasi Lisan di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Arahan ini sejalan pula dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor : 430/9525 tanggal 7 Oktober 2014.

Sehubungan dengan edaran tersebut, seluruh PNS Pemkot Semarang diwajibkan menggunakan bahasa Jawa setiap hari Kamis dalam setiap komunikasi lisan maupun acara resmi kedinasan. Khusus untuk surat menyurat, tata naskah dinas ataupun acara seremonial dapat disesuaikan dengan penggunaan bahasa Indonesia dengan menyesuaikan tamu yang diundang.

Penggunaan bahasa Jawa ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas pemahaman dan penggunaan bahasa jawa sebagai sarana komunikasi serta menjaga dan memelihara kelestarian bahasa, sastra dan aksara jawa.

“Mungkin awalnya lucu dan masih campur-campur dengan bahasa Indonesia, tetapi ini bagian dari pelestarian warisan bahasa yang mungkin mulai ditinggalkan,” kata Walikota Semarang, Hendar Prihadi, Kamis, (6/11)

Walikota dalam beberapa acara resmi maupun rapat pada hari Kamis selalu menggunakan bahasa jawa. Menurutnya, penggunaan bahasa jawa ini sebagi bentuk nguri-uri budaya jawa sekaligus sebagai wujud bagian dari budaya jawa tersebut.