E-Tax Dorong Transparansi dan Akuntabilitas

Sebagai upaya transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah dari sektor pajak hiburan, Pemkot Semarang melalui DPKAD melakukan pemasangan peralatan maupun aplikasi online sistem e-tax pada sejumlah objek pajak di Kota (Foto: Dealovangga Blogspot)
Sebagai upaya transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah dari sektor pajak hiburan, Pemkot Semarang melalui DPKAD melakukan pemasangan peralatan maupun aplikasi online sistem e-tax pada sejumlah objek pajak di Kota (Foto: Dealovangga Blogspot)

Kota Semarang, SEMARANG DAILY**Sebagai upaya transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah dari sektor pajak hiburan, Pemkot Semarang melalui DPKAD melakukan pemasangan peralatan maupun aplikasi online sistem e-tax pada sejumlah objek pajak di Kota Semarang. Salah satunya, pemasangan dilakukan sang bertempat di Resto Shabu Auce, Selasa,(11/11)

Pemasangan eTax ini menindaklanjuti MoU antara Pemkot dengan PT. Bank Rakyat Indonesia tentang pelaksanaan online sistem pembayaran, penyimpanan dan pelaporan pajak restoran dan pajak hiburan Kota Semarang. MoU dengan nomor 973/665 (1409-KC-VIII/PKS/03/2014) tersebut ditandatangtani tanggal 5 Maret 2014 lalu.

Menurut laporan Kepala DPKAD, A. Yudi Mardiana, jumlah wajib pajak restoran di kota Semarang mencapai 589 obyek sedangkan untuk hiburan mencapai 202 obyek. Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 obyek pajak sudah melakukan pembayaran secara auto debet dan 28 lainnya sudah terpasang alat. Sementara 54 wajib pajak lainnya sedang dalam proses jadwal pemasangan dari IT.

Diperinci Yudi, target pajak daerah tahun 2014 adalah sebesar 642,7milyar rupiah. Dari total target tersebut, 45 milyar diantaranya merupakan target untuk pajak restoran dan 11,25 milyar lainnya target pendapatan dari pajak hiburan.

“Hingga saat ini pencapaian telah melampaui target yakni mencapai 111,95% atau 50.379.585.581 untuk pajak restoran dan 109,17% atau Rp 12.281.881.948 untuk pajak hiburan,” papar Yudi.

Pemasangan dan penempatan peralatan manual maupun program aplikasi online system pada objek pajak merupakan bentuk pengawasan serta penghitungan obyek pajak guna mewujudkan transparani dan akuntabilitas penerimaan daerah. Tercatat, setelah adanya pemasangan aplikasi online eTax ini pembayaran pajak dapat meningkat sebesar 76%.

Kedepan pihaknya berharap agar pemasangan bare bone e tax ini dapat diikuti dan dilakukan dengan penuh kesadaran bagi wajib pajak restoran maupun hiburan lainnya di Kota Semarang. Dengan demikian, kontribusi nyata dengan peningkatan pendapatan daerah dapat terwujud.

Sementara Asisten Administrasi Informasi & Kerjasama, Tommy Y. Said, membacakan sambutan Walikota mengapresiasi sikap responsif dan kesadaran para wajib pajak yang telah melakukan pemasangan alat maupun penggunaan aplikasi eTax.

“Sebagaimana disampaikan tadi, dibanding tanpa aplikasi online system, pembayaran pajak bisa meningkat 76%. Artinya, potensi peningkatan PAD yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pun akan semakin besar,” ungkap Tommy.

Disamping itu, lanjutnya, implementasi system E-Tax juga memberikan manfaat bagi pengusaha itu sendiri baik secara pribadi maupun bagi perusahaan. Keunggulannya, pengusaha dapat memantau omzet dari manapun, tidak perlu peorforasi, tidak perlu datang langsung ke Kasda bahkan mengantisipasi kenyataan di lapangan yang masih banyak beranggapan adanya pembayaran pajak yang belum sesuai dengan yang seharusnya dibayar.

”Dengan kata lain adanya sistem E-Tax semua jadi lebih terbuka atau transparan,” ungkap Tommy.

Kedepan, diharapkan semakin banyak Wajib Pajak Restoran dan Hiburan yang mau mengoperasionalkan kebijakan E-Tax. Sebaliknya, sanksi tegas akan diberlakukan sesuai dengan Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota Semarang yang berlaku bagi perusahaan yang tidak menggunakan sistem e tax.