Potensi Pariwisata Laut Harus Dibangun

???
Potensi Pariwisata Laut Harus Dibangun (Foto : Explorei

Kota Semarang, SEMARANG DAILY**Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan potensi pariwisata di pesisir dan laut sangat luar biasa dan banyak diminati. Untuk itu dirinya mendorong pembangunan pariwisata pesisir dan laut. Hal ini disampaikan dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa Tengah, di Hotel Holiday Inn, Sabtu, (18/9).

“Kalau teman-teman dari Kagama ada yang ahli pariwisata, kita rekomendasikan roadmapnya pariwisata. Pariwisata yang bener itu begini, dari sisi kemaritiman begini. Ini lho wisata laut. Maka kalau kemudian ada berbagai profesi bisa dikumpulkan, harapan saya bisa lebih bagus,” katanya.

Ganjar juga mendorong penyatuan seluruh komando pengamanan di laut dalam Badan Penjagaan Laut dan Pantai (Sea and Coast Guard) agar meminimalisir terjadinya pemerasan terhadap awak kapal. Pasalnya, akibat banyaknya instansi yang berwenang atas keamanan di laut, para pengusaha pelayaran menjadi kecewa. Sebab, menjadi pemicu tingginya biaya yang harus dikeluarkan.

Ketua Pengurus Daerah Kagama Jawa Tengah, Sri Puryono, mengatakan Silaturrahmi Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa dan Bali dilaksanakan dalam rangka menyongsong Munas XII Kagama di Kendari yang rencananya digelar tanggal 6 – 9 November 2014. Tema yang dipilih pada kegiatan ini adalah Kontribusi Kagama Jawa dan Bali dalam Mendukung Revitalisasi Negara Maritim yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian. Setelah berdiskusi, diharapkan akan muncul pemikiran yang nantinya bisa disumbangkan dalam upaya merevitalisasi negara maritim yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

“Minggu depan kami akan merumuskan dan ini akan kami sumbangkan kepada panitia munas, sumbang pikir kagama Jawa dan Bali di dalam upaya merevitalisasi negara maritim yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian,” katanya.

Hadir dalam Acara silaturrahmi itu tiga narasumber, yakni Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Mada Prof Pratikno (Rektor Universitas Gadjah) dan Prof Sudharto P Hadi (Rektor Universitas Diponegoro).