Perda Nomor 9 Tahun 2012 Sarana Eksistensi Bahasa Jawa

???
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, saat menjadi narasumber Sarasehan Basa lan Sastra Jawa di Auditorium RRI, Rabu (22/10).

Kota Semarang, DAILY SEMARANG**Frekuensi pemakaian Bahasa Jawa disadari atau tidak kini semakin turun. Salah satu penyebabnya adalah adanya kecenderungan menggunakan Bahasa Indonesia di tingkat keluarg. Hal ini di sampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, saat menjadi narasumber Sarasehan Basa lan Sastra Jawa di Auditorium RRI, Rabu (22/10).

“Pemerintah ingin mengajak para orang tua agar tetap menggunakan Bahasa Jawa saat berkomunikasi dengan anak cucunya. Saat ini orang tua cenderung lebih suka memakai Bahasa Indonesia. Mungkin ini tidak salah karena untuk memudahkan anak-anak kita. Tapi saya pikir semua setuju dengan saya bahwa berbicara, berbahasa itu harus dibiasakan,” ungkapnya.

Heru mencontohkan, Bahasa Inggris yang sudah dipelajari sejak tingkat pendidikan dasar hingga menengahpun tetap tidak akan berhasil apabila tidak dibiasakan. Begitu juga dengan Bahasa Jawa. Tanpa membiasakan, Bahasa Jawa lama-lama akan hilang.

“Untuk menjaga untuk tetap eksis sedang kita upayakan. Sudah ada Perda Nomor 9 Tahun 2012 yang menjadi titik tolak. Sudah ada surat edaran gubernur yang isinya antara lain menganjurkan warga Jateng hendaknya berkomunikasi dengan Bahasa Jawa setiap Hari Kamis. Seluruh daerah dianjurkan seperti itu. Tidak ada pemaksaan tapi akan terus diupayakan,” katanya.

Heru mengakui masih ada kekurangan dalam Perda Bahasa Jawa yang telah diterbitkan. Namun pemerintah akan terus melakukan penyempurnaan dari masukan-masukan yang disampaikan masyaraat.

“Yang penting melangkah dulu. Berbagai kekurangan kita sempurnakan. Termasuk mata pelajaran Bahasa Jawa yang masuk ke dalam muatan lokal banyak menuai kritik. Tidak apa-apa. Kalau memang belum baik kita perbaiki,” kata dia.

Meski menuai kritik, imbuhnya, Perda Bahasa Jawa juga mendapat tanggapan positif dari pakar dan budayawan. Bahkan RRI juga mendukung melalui siaran programa empat yang khusus menyajikan program budaya Jawa.