Kalisidi Ungaran, Pengembangan Potensial Ternak Komunal

Ilustrasi sapi ternak. (Foto: Viternaplus)
Ilustrasi sapi ternak. (Foto: Viternaplus)

Ungaran, SEMARANG DAILY ** Adalah Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat. Potensi alam di sana sangat mendukung pengembangan peternakan sapi dan kambing dengan model kandang komunal. Ketersediaan pakan alami dan sumberdaya air memadai menjadi faktor penting keberhasilan pengembangan.

“Potensi alam Desa Kalisidi memang sangat mendukung bagi usaha peternakan besar, seperti sapi dan kambing dengan model kandang komunal. Karenanya, kita mengajukannya untuk ikut serta dalam lomba Desa Ternak Sehat tahun 2014 tingkat Provinsi Jateng,” terang Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Agus Purwoko Djati, dilansir Pemkab Semarang.

Menurut Agus, karakteristik alam Kalisidi memiliki kesamaan dengan Desa Lerep yang tahun lalu meraih juara pertama dalam lomba serupa. Di samping itu, model kandang komunal yang dikembangkan di Kalisidi termasuk yang terbaik di Kabupaten Semarang.

“Pembinaan memang difokuskan pada sumberdaya manusia, terutama para warga yang memiliki ternak. Mereka terus mendapatkan bimbingan untuk menjaga kesehatan lingkungan kandang,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kalisidi, Dimas Prayitno Putra, menerangkan, saat ini pengembangan ternak sapi dan kambing dilakukan delapan kelompok tani ternak. Kelompok itu tersebar di delapan dusun dari sembilan dusun yang ada.

“Populasi ternak sapi dan kambing yang dipelihara di kandang komunal sebanyak 283 ekor atau sekitar 70 persen dari seluruh populasi. Harapannya, semua ternak warga dapat dipelihara di kandang komunal,” ucap Dimas.

Pihak pemerintah desa, sambungnya, menyediakan tanah desa guna pengembangan dan penambahan kandang komunal. Diharapkan seluruh ternak warga dapat dipelihara di sana. Meski berdampak pada berkurangnya pendapatan asli desa, lanjut Dimas, manfaat kandang komunal juga dirasakan oleh warga desa.

“Setelah warga memanfaatkan kandang komunal secara maksimal, kami akan mengembangkan teknologi peternakannya,” tegas Dimas.

Zero Farming System

Menurut catatan Dinakkeswan Jateng, tahun 2014, pencapaian populasi sapi/kerbau Jawa Tengah ditarget 1.704.058 ekor dan produksi daging 52.638 ton.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menekankan pentingnya pencapaian target kinerja tersebut dengan dukungan Ikatan Inseminator Indonesia (INKINNDO) sebagai ujung tombak peningkatan populasi ternak melalui kegiatan Inseminasi Buatan di lapangan.

Ganjar meminta, perlu hitungan dengan presisi terukur jumlah inseminator yang ada dengan target kelahiran untuk mencapai target kinerja populasi tahun 2014. Gubernur menyarankan adanya kartu KTP bagi ternak. Hal ini penting untuk memudahkan dalam pencatatan ternak. Gagasan Gubernur lain adalah konsep mengenai Rumah Pintar Petani untuk mewujudkan peternakan Jawa Tengah menuju zero farming system melalui integrasi kawasan berbasis sumberdaya lokal.

Menurut Ganjar, akan dibuat semacam percontohan atau pilot project integrasi subsektor peternakan dengan subsektor pertanian lain, sehingga limbah yang dihasilkan dapat saling dimanfaatkan. Limbah peternakan dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik pertanian, dan limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak.