Iklim Investasi di Semarang Meningkat

???
Kepercayaan para investor terhadap iklim kondusif investasi di Kota Semarang semakin meningkat (Foto : Kemenkeu)

Kota Semarang, SEMARANG DAILY**Kepercayaan para investor terhadap iklim kondusif investasi di Kota Semarang semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan ditandatanganinya MoU antara Pemkot Semarang dengan PT. BS Merdeka Sriwijaya, Rabu(22/10).

Penandatanganan tersebut mengawali rencana pengembangan pembangunan dan pengelolaan Semarang Expo Center di Kecamatan Pedurungan. Rencananya, pembangunan akan dimulai awal 2015.

Sandiaga S. Uno dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa rencana pengembangan Semarang Expo Center ini merupakan terobosan untuk membangun iklim investasi dan iklim usaha yang semakin kondusif di Kota Semarang. Persaingan kedepan, lanjutnya, tak lagi antar kota besar di Indonesia tapi dengan kota besar Asean.

“Dengan pengembangan Semarang Expo Center ini diharapkan dapat meningkatkan daya juang, daya saing, competitiveness, serta value added Kota semarang,” ungkap Sandiaga Uno.

Menanggapi penandatangan MoU ini, Walikota menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan para investor dalam penanaman investasi di Kota Semarang. Proyek ini dinilai Walikota sebagai upaya menghidupkan wilayah timur Kota Semarang yakni Pedurungan.

“Proyek ini merupakan pilot project pengembangan di kawasan luar pusat keramaian kota. Harapannya akan semakin banyak investor dalam maupun luar Kota Semarang yang ikut berinvestasi mengembangkan Kota Semarang,” ungkap Walikota.

Pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang, menurut Walikota,berkembang baik dengan angka di atas 6% didukung iklim kondusif. Pemkot, lanjutnya, terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik termasuk sebagai upaya mendukung investasi termasuk dalam hal perijinan.

Hadir dalam penandatangan MoU ini adalah ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, Presiden Komisaris PT. BS Merdeka Sriwijaya, Kukrit Suryo Wicaksono, pemrakarsa Sandiaga Salahudin Uno, Isaac Bliss Tanihaha serta jajaran Pemkot Semarang.