Wagub Jateng: Komoditas Kedelai Sangat Strategis

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmiko, memanen kedelai (Foto : Pemprov Jateng)
Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmiko, memanen kedelai (Foto : Pemprov Jateng)

Kota Semarang, SEMARANG DAILY**Komoditas kedelai di Indonesia memiliki nilai yang sangat strategis karena tingginya kebutuhan masih belum diimbangi dengan produksi kedelai di dalam negeri.

“Kita masih banyak impornya daripada mengkonsumsi kedelai kita, karena memang produksinya masih kurang. Karena itu, petani yang menanam kedelai harus mendapat dukungan supaya impornya juga terukur. Jika impor tidak terukur, tentu petani enggan menanam kedelai,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, Rabu (15/10).

Ia mengatakan kualitas kedelai lokal baik varietas grobogan, malika maupun anjasmara lebih bagus daripada kedelai impor. Kandungan proteinnya lebih tinggi, lebih fresh dan di Purworejo diolah dengan sistim pertanian organik.

“Kandungan protein kedelai impor hanya 34 persen. Sementara kedelai lokal antara 39 sampai 41 persen. Selain itu kualitas kedelai impor pasti turun karena harus melalui proses penyimpanan dalam jangka waktu lama. Berbeda dengan kedelai lokal yang lebih fresh,” ungkap Heru.

Melihat keunggulan tersebut, Heru meminta kepada seluruh stakeholder membantu menggencarkan promosi kedelai lokal. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri sudah berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi kedelai. Paling tidak dalam jangka pendek bisa meningkat separuh dari produksi saat ini.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah,  Suryo Banendro, mengatakan produksi kedelai Jawa Tengah saat ini 129 ribu ton. Untuk meningkatkan kapasitas produksi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas areal tanam sebesar 39 ribu hektar. Luasan tersebut masih ditambah dengan pemanfaatan lahan Perum Perhutani 2 ribu hektar. Selain kedelai, lahan Perum Perhutani juga dikhususkan untuk menanam jagung dan padi gogo.

Sementara itu, Direktur Pasca Panen Kementerian Pertanian RI, Pending Dadih Permana, menuturkan untuk keperluan perluasan areal tanam kedelai di Jawa Tengah, Kementerian Pertanian sudah mengalokasikan dana stimulan. Dana tersebut diharapkan dapat mendorong dan memberdayakan petani untuk mengembangkan kedelai. Khusus di Pituruh, lanjutnya, punya potensi memroduksi kedelai sebanyak 5 ribu ton.

Perkuat Kedaulatan Lewat Produk Negeri

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, sebelumnya juga menyampaikan perlu kreativitas, ide dan inovasi agar produk UMKM bisa diterima konsumen. Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko berharap semakin banyak diselenggarakan kegiatan yang menumbuhkan ekonomi rakyat dan memperkuat ekonomi bangsa. Apalagi jika di masyarakat sudah tumbuh kesadaran memakai produk dalam negeri.

“Mengenakan baju batik selain nilai budayanya sangat tinggi juga memiliki nilai ekonomi. Semakin kita banyak mengenakan batik yang diproduksi warga kita sendiri, tentu akan memperkuat ekonomi kita,” ucapnya.

Lebih lanjut Heru menghimbau agar masyarakat tidak bangga ketika menggunakan produk-produk luar negeri karena bisa melemahkan kedaulatan bangsa.