Sudharto P Hadi: Perlu Zonasi Penataan Laut

????
Sudharto P Hadi (Foto : Suaka).

Tembalang, SEMARANG DAILY**Sudhadto P Hadi menyampaikan perlu adanya penaatan ruang berbasis lingkungan. Ia menyampaikan hal ini dalam acara Pengurus Daerah (Pengda) Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jawa Tengah, memrakarsai penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Holiday Inn, Sabtu, (18/9).

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau. Dari 495 kota/kabupaten di Indonesia, 440 diantaranya mempunyai wilayah pesisir. Wilayah pesisir dan laut sangat kaya sumber daya alam, tetapi sangat rentan terhadap perubahan. Menurutnya kawasan pesisir merupakan tempat berbagai kegiatan yang saling tumpang tindih. Ada industri, pemukiman, perikanan, pariwisata, dan sebagainya. Sehingga banyak sekali permasalahan yang terjadi di kawasan pesisir.

“Untuk itu perlu adanya zonasi penataan ruang yang didasarkan pada daya dukung lingkungan dan daya tampung lingkungan”, katanya.

Rektor Universitas Gajah Mada, Pratikno, menyambut baik keinginan presiden terpilih, Joko Widodo, untuk membangun sektor maritim di tanah air. Menurutnya inilah momentum untuk bergeser dari Land Based Development (LBD) ke Ocean Based Development (OBD). Ia mengatakan pembangunan infrastruktur di laut harus segera dilakukan dengan menggeser pelabuhan import dari Jawa ke tiga wilayah lain, yakni di Sabang, Belitung, dan Sorong.

“Jika ini dilakukan akan membuat biaya transportasi antar daerah di Indonesia menjadi lebih murah. Hal ini tentu juga akan memberi multiplayer efek yang besar sehingga memunculkan pertumbuhan kegiatan ekonomi baru di sekitar pelabuhan import,” katanya.

Ganjar Pranowo dalam kesempatan ini juga menyampaikan jika laut memiliki potensi pariwisata yang perlu di kerjakan. Sehingga pembangunan perlu untuk dibangun.