TGAF, Lokomotif Seni Budaya Semarang

Taman Garuda Art Festival 2014 (Foto : Komunitas ORArt ORET)
Taman Garuda Art Festival 2014 (Foto : Komunitas ORArt ORET)

Kota Lama, SEMARANG DAILY** Taman Garuda Art Festival (TGAF) berhasil diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 27-28 September 2014 di Taman Garuda Art Space, Jalan Garuda Kota Lama. Event yang di prakarsai oleh Komunitas seni ORArt ORET ini menjadi festival seni budaya yang menarik perhatian masyarakat.

Dengan slogan “Sepi ing pamrih, rame ing seni” acara ini merupakan sebuah sarana kratifitas penggerak lokomotif seni budaya Kota Semarang. Adanya dukungan melalui melalui kegiatan fundraising dengan ngamen, nglapak, penjualan merchandise, dan cash for fest (donasi) adalah bukti bahwa TGAF kebutuhan bersama.

Ketua Komunitas ORArt ORET, Dadang Pribadi, mengatakan event TGAF 2014 dilaksanakan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-4 Komunitas Seni ORArt ORET. Dengan kegiatan tersebut diharapkan kawasan Kota Lama tidak hanya menarik dari segi sisi arsitekturnya tetapi juga dari segi kegiatan-kegiatan lainnya sehingga ada variasi tujuan wisata ke Kota Lama.

“Kita berusaha mewujudkan festival ini menjadi acara tahunan sehingga Semarang bisa lebih hidup lagi kegiatan seninya,” tegas Dadang.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang juga hadir membuka acara tersebut juga menyampaikan bahwa dirinya mendorong agar masyarakat mendapatkan wadah dan tempat berkarya untuk kegiatan seni budaya.

“Saya ingin memberikan fasilitas kepada masyarakat yang khususnya ada di Kota Semarang ini agar mereka bisa mendapatkan panggung untuk berkarya menunjukkan pada dunia luar dan menjadi tempat destinasi wisata.”