Iklim Bisnis Jateng Membaik, Arus Petikemas TPKS Meningkat Signifikan

Terminal Petikemas Semarang (TPKS). (Foto: TPKS)
Terminal Petikemas Semarang (TPKS). (Foto: TPKS)

Kota Semarang, SD ** Iklim bisnis pertumbuhan industri di Jawa Tengah yang kondusif meningkatkan laju pertumbuhan arus petikemas di Terminal Petikemas Semarang (TPKS), secara signifikan.

“Kami melihat komoditas Jateng sangat potensial untuk tumbuh, termasuk juga pengembangan industri. Bila sektor-sektor tersebut terus membaik maka akan ada penambahan volume arus barang, termasuk juga meningkatnya ekspor-impor,” ujar General Manager Terminal Petikemas Semarang, Iwan Sabatini.

Pada 2009, arus petikemas masih pada kisaran 356.461 TEUs, kemudian pada 2010 naik menjadi 384.522 TEUs, 2011 sebanyak 427.468 TEUs, 2012 menjadi 457.055 TEUs dan melonjak lagi pada 2013 sebanyak 499.427 TEUs.

TPKS optimistis memenuhi target Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) bongkar-muat petikemas tahun 2014 sebanyak 513 ribu TEUs (twenty equivalent units). Hingga periode Agustus 2014, bongkar muat petikemas mencapai 384.867 TEUs.

Realisasi Agustus 2014 untuk internasional ekspor dan impor, dari 334 call kapal dan handling sebanyak 227.498 box/367.620 TEUs. Sementara untuk domestik, 102 call kapal dengan handling petikemas 12.160 box/17.247 TEUs.

Total internasional dan domestik adalah 436 call kapal dengan 239.658 box/384.867 TEUs. Jumlah tersebut naik sekitar 20,30 persen dibandingkan periode sama pada Agustus 2013 sebanyak 319.922 TEUs.

Peningkatan juga dikarenakan pertumbuhan handling petikemas domestik dari Jakarta melalui kapal laut mulai menggeliat, karena diskon 30 persen. Ada muatan baru dari Kotabaru dan Kumai, seperti semen.

Pembenahan Pelabuhan

TPKS menargetkan arus petikemas terus tumbuh antara 13-15 persen per tahun. Target tersebut harus didukung dengan berbagai pembenahan, baik dari TPKS sendiri maupun kondisi pelabuhan.

“Pada tahun 2014 ini kami menargetkan 600 ribu TEUs dan terus naik per tahun, hingga bisa menyentuh 1 juta TEUs pada 2017 mendatang,” ujar Iwan.

Ia berharap, pemerintah melakukan pendalaman alur laut hingga mencapai minus 14 meter. Selain itu, sarana dan infrastruktur dari dan ke Pelabuhan Tanjung Emas juga lebih baik lagi. Pada jalan raya menuju hinterland atau end-user di kawasan industri dibuat lebih lancar dengan jalan memadai. Revitalisasi alur pelayaran dan kolam pelabuhan tersebut, sesuai harapan pengusaha shipping line yang mengoperasikan kapal mereka di Tanjung Emas Semarang.

Selain itu, berbagai fasilitas pendukung yang memperlancar proses bongkar muat juga terus dibenahi. Di antaranya perpanjangan dermaga serta persiapan lapangan penumpukan yang mencapai 5,3 hektar serta alat-alat pendukung proses bongkar muat.

Pelabuhan Tanjung Mas tengah memperdalam kolam dari yang -10 menjadi -12. Pendalaman kolam ini diharapkan selesai tahun 2015.

“Sehingga dengan kedalaman -12, kapal-kapal dengan volume di atas 2 ribu TEUs bisa bersandar. Dengan adanya berbagai perbaikan terus maka diharapkan ada percepatan pertumbuhan antara 800 ribu-1 juta TEUs,” ucap Iwan.