Berkomitmen Maritim, Himapikani Tanam 3600 Bibit Mangrove di Kecamatan Tugu

Himapikani menanam mangrove di Kecamatan Tugu Semarang, Minggu (21/9). (Foto: Himapikani)
Himapikani menanam mangrove di Kecamatan Tugu Semarang, Minggu (21/9). (Foto: Himapikani)

Kota Semarang, SD ** Didasari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan yang terus memburuk, Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (Himapikani) menggelar penanaman mangrove di Kecamatan Tugu Semarang, Minggu (21/9). Mereka menanam 3600 bibit mangrove.

Kegiatan yang perlu diteladani semua orang tersebut memberi pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan. Koordinator Himapikani Wilayah 3 (Jawa Tengah dan DIY) menjadi inisiator acara.

Penanaman mangrove diawali diskusi regional bertema Save Coastal Areas with Mangrove Conserve yang dihadiri beberapa pemateri, di antaranya Prof Rokhmin Dauhuri (Pakar Kelautan dan Perikanan), Aris kabul (Kasubdit Informasi dan Evaluasi Direktorat Jendral KP3K KKP RI) dan LSM Lingkungan.

Sebelumnya, Sabtu (20/9) menjelang Magrib, Himapikani juga menggelar aksi damai di lokasi Rakernas PDIP yang dihadiri presiden terpilih, Joko Widodo.

Sekjen Himapikani dan Koordinator DPP Korwil 3 menjadi koordinator lapangan aksi damai. Mereka berorasi menolak peleburan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Peleburan KKP adalah kemunduran sejarah. Niatan jokowi merampingkan kabinet untuk menekan APBN itu sangat bagus. Akan tetapi untuk merealisasikan hal tersebut sangatlah sulit,” ujar Sekjen Himapikani , M. Miftah Khoirul Fahmi.

Ia menjelaskan, peleburan KKP akan memakan waktu yang sangat lama. Ditakutkan, semasa periode Jokowi hanya fokus kepada penataan ulang kelembagaan dan tidak bekerja maksimal.

Salah satu orator mengatakan, niatan Jokowi untuk menekan APBN dengan melebur KKP dan membuat Kementerian pangan akan sangat kontradiktif. Karena, proses pembuatan kelembagaan baru akan membutuhkan proses yang lama dan anggaran yang tidak sedikit. Belum lagi permasalahan kemiskinan nelayan. Angka kemiskinan tertinggi ada di wilayah pesisir, yakni nelayan.

“Selesaikan dan tuntaskan dulu masalah kemiskinan nelayan!” serunya.

Aksi dihadiri beberapa perwakilan dari Undip Semarang, Unpad bandung, UGM Yogyakarta, UB Malang, Unikal Pekalongan, UPS Tegal, Unsoed Purwokerto.